Gempa 7 SR yang melanda Lombok bebarapa waktu lalu mengakibatkan kerusakan yang cukup parah. Puluhan ribu rumah warga hancur tak tersisa. Mereka pun terpaksa harus tinggal di tenda pengungsian.

Saat ini sebagian warga sudah mulai kembali ke rumahnya, namun banyak juga yang sama sekali tidak lagi mempunyai tempat untuk kembali. Sehingga mereka memerlukan hunian sementara (Huntara) terlebih dahulu sembari membangun kembali rumahnya secara perlahan.

Dosen Fakultas Teknik Unram Dr. Jauhar Fajrin bersama Komunitas JTS Shelter for Lombok Earthquake selama beberapa waktu terakhir mencoba membuat desain dan prototipe Huntara yang bisa diaplikasikan oleh masyarakat terdampak Gempa Lombok.

“Komunitas JTS Shelter for Lombok Earthquake mempunyai anggota aktif sekitar 15 orang. Beberapa dosen yang aktif dikomunitas ini antara lain Dr. Buan Anshari, Dr. Cahyo Mustiko, dan Wayan Sugiartha, ST., MT,” ungkap Dr. Fajrin selaku kordinator tim ketika ditemui di fakultas Teknik, Jum’at (21/9) lalu.

Dr. Fajrin mengungkapkan, konsep dasar desain Huntara yang dikembangkannya adalah fungsional, terjangkau dan sebisa mungkin mengadopsi kearifan lokal masyarakat Lombok.

Dr. Fajrin mengembangkan lima prototipe Huntara, yaitu: Huntara JTS-01, Huntara JTS-02, Huntara JTS-03, Huntara JTS-04, Huntara JTS-05. Estimasi biaya Huntara rancangan Dr. Fajrin berkisar Rp. 4-20 juta/unit. (Humas Unram).