FKIP

Sekilas Sejarah Berdirinya FKIP

fkip1Dengan meningkatnya perluasan kesempatan belajar pada tingkat menengah, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan suksesnya program wajib belajar menuntut adanya tenaga pendidik/guru untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hal inilah yang memberikan dampak meningkatnya kekurangan tenaga pendidik di seluruh wilayah Indonesia termasuk daerah Nusa Tenggara Barat.

Untuk mengatasi adanya kekurangan tenaga pendidik/guru, pemerintah c.q. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan telah membentuk Proyek Pembangunan Kependidikan Sistem Pendidikan Tinggi Kependidikan (PPSPTK, Tahun 1979) yang berorientasi pada kebutuhan nyata akan tenaga kependidikan di lapangan yang menganut Wawasan Pendidikan Guru Berdasarkan Kompetensi (WPGBK) melalui sistem pengelolaan yang terpadu.

Program Studi

fkip2FKIP Unram hingga saat ini terdiri atas 9 Program Studi, yaitu: (1) PS Pendidikan Biologi; (2) PS Pendidikan Matematika; (3) PS Pendidikan Fisika; (4) PS Pendidikan Kimia; (5) PS Pendidikan Bahasa Inggris; (6) PS Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah; (7) PS PPKn; (8) PS Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD); dan (9) PS Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Program Studi Pendidikan Biologi

fkip3Kompetensi yang diharapkan oleh Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram terhadap lulusannya adalah; Memiliki integritas kepribadian yang baik dan profesional serta bertanggung jawab, Menguasai dasar-dasar ilmiah, sehingga dapat berpikir logis, dan rasional dalam mengatasi berbagai masalah yang muncul di sekolah maupun masyarakat, Menguasai dasar-dasar pembelajaran dan evaluasi, sehingga dapat mengimplementasikannya di sekolah, Menguasai pengetahuan dan mampu mengembangkan serta mengimplemantasikannya untuk mendukung profesionalisme.

Penelitian. Tenaga pengajar pada program studi ini telah banyak melakukan penelitian, diantaranya yang menjadi unggulan seperti, Role of positively charged amino acids in the M2D, transmembrane helix of Ktr/Trk/HKT type cation transporters,  Teacher Education Program for the 21th, Responses to Global Challenges, Mutation of His-157 in the second pore loop drastically reduces the activity of Synechocystis Ktr-type transporter, A Novel potassium channel in photosynthetic cyanobacteria.

Program Studi Pendidikan Matematika

Lulusan program studi pendidikan Matematika memiliki kompetensi sebagai berikut: (1) Memiliki integritas kepribadian yang baik dan profesional serta bertanggung jawab; (2) Menguasai dasar-dasar ilmiah, sehingga dapat berpikir logis, dan rasional dalam mengatasi berbagai masalah yang muncul di sekolah maupun masyarakat; (3) Menguasai dasar-dasar pembelajaran dan evaluasi, sehingga dapat mengimplementasikannya di sekolah; (4) Menguasai pengetahuan dan mampu mengembangkan serta mengimplemantasikannya untuk mendukung profesionalisme.

Penelitian. Penelitian dan publikasi yang dilakukan oleh dosen Pendidikan Matematika, secara umum dapat dikatakan bahwa produktivitasnya dapat dikatakan cukup, dengan nilai kasar = 1,56. Kondisi ini tentunya masih perlu ditingkatkan dengan membentuk kelompok-kelompok peneliti dan pembinaan terhadap peneliti muda. Sedangkan dalam hal publikasi ilmiah, produktivitasnya baik, dengan Nilai Kasar = 3,94.

Program Studi Pendidikan Fisika

Lulusan Program Studi Pendidikan Fisika diharapkan memiliki kompetensi sebagai berikut, Memiliki integritas kepribadian yang baik dan profesional serta bertanggung jawab, menguasai dasar-dasar ilmiah, sehingga dapat berpikir logis, dan rasional dalam mengatasi berbagai masalah yang muncul di sekolah maupun masyarakat, menguasai dasar-dasar pembelajaran dan evaluasi, sehingga dapat mengimplementasikannya di sekolah, mnguasai pengetahuan dan mampu mengembangkan serta mengimplemantasikannya untuk mendukung profesionalisme.

Program Studi Pendidikan Kimia

Kompetensi utama PS Pendidikan Kimia adalah; (a) Menjunjung tinggi norma, tata-nilai, moral, agama, etika dan tanggung jawab profesional; (b) Memiliki wawasan kependidikan; (c) Memahami karakteristik peserta didik, serta bersikap dan berperilaku positif terhadap peserta didik; (d) Mampu membimbing pengembangan karir peserta didik; (e) Memahami teori belajar dan pembelajaran kimia Menguasai asesmen dan evaluasi hasil belajar; (f) Mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran kimia serta penilaiannya secara efektif, efisien dan kontepstual baik dalam pembelajaran teori maupun praktek di laboratorium; (g) Menguasai materi kimia secara luas dan mendalam; (h) Menguasai dasar-dasar ilmiah, sehingga dapat berpikir logis dan analitis dalam mengatasi berbagai masalah yang muncul di sekolah maupun masyarakat secara profesional; (i) Mampu bekerja sama dalam tim serta menyesuaikan diri terhadap perubahan dan perkembangan IPTEK dalam bidang pendidikan kimia.

Adapun Publikasi bertaraf Internasional yang dilakukan oleh dosen-dosen Program Studi Kimian adalah :

(1)       Lowest excited states reorderingin (ARENE)M(CO)3 Where M=Cr or W, complexes. Indonesian Journal of Chemistry (2009).

(2)       Perilaku solvatochromic dan pengaruh substituent pada serapan elektronik kompleks arenakarbonilkromium (0) Indonesian Journal of Chemistry (2008).

(3)       Integriting CRC in Teaching Learning At Primary Shool In Indonesia. Impact & Disseminasion Seminar on Child Rights, Classroom & School Management (2009).

(4)       Synthesis of Wax Esters from Palm Kernel Oil Catalyzed by Immobilized Lipase. Journal Mathematic and Science, In Press(2009).

(5)       Wax Esters Production by Alcoholysis of Palm Oil Fractions. Indonesian Journal of Chemistry, 8 (3) 356-362 (2008).

(6)       Four-Factor Response Surface Optimization of The Enzymatic Synthesis of Wax Esters from Palm Kernel Oil. Indonesian Journal of Chemistry, 8 (1) 83-100 (2008).

(7)       Synthesis of Wax Esters from Palm Kernel Oil Catalyzed by Immobilized Lipase. Journal Mathematic and Science, In Press (2009).

(8)       Wax Esters Production by Alcoholysis of Palm Oil Fractions. Indonesian Journal of Chemistry, 8 (3) 356-362 (2008).

(9)       Four-Factor Response Surface Optimization of The Enzymatic Synthesis of Wax Esters from Palm Kernel Oil. Indonesian Journal of Chemistry, 8 (1) 83-100 (2008).

(10)   Prenilated Flavone from the Heardwood Artocarpus scortechinii King. Indonesian Journal Of Chemistry (2009).

(11)   Scrining Phytochemistry on The Hertwood and The Root Bark of The Artocarpus camansi (Moraceae. Proceeding of The Third International Seminar on Science Education ISBN (2009).

(12)   Sintesis dan Karakteriasasi Material Oksida Lao, 8Sro, 2Gao, 8Mgo, 2-xVx3- (X=0,0,5, 0,15) Untuk Elektrolit Pada Sel Bahan Bakar Padatan. The Second International Conference on Matehematics and Natural Sciences (ICMNS), Bandung. (2008).

(13)   Composite Energetic Materials Involving NTO Formed by Molecular Inclusion. Proceeding of The 9th Australian Explosive Ordnance Symposium, Australia (2009).

(14)   Inclusion of Nitrotriazole Within Nitrated Moleculareceptor. The first Australian Symposium of Energetic Materials, Australia (2008).

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

Kompetensi utama lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yaitu: (1) Memiliki kepribadian sebagai pendidik; (2) Memiliki kepribadian mantap dan stabil; (3) Bertindak sesuai dengan norma hukum; (4) Menaati peraturan perundang-undangan dan ketentuan lainnya; (5) Menunjukkan perilaku disiplin; (6) Bertindak sesuai dengan norma sosial, bertutur kata secara santun; (7) Berpenampilan (fisik) secara sopan, berperilaku santun; (8) Bangga sebagai pendidik, menunjukkan komitmen  terhadap tugas sebagai pendidik; (9) Menjaga kode etik profesi pendidik; Memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma, menaati tata tertib secara konsisten; (10) Memiliki disiplin diri secara konsisten; (11) Memiliki kepribadian  dewasa; (12)  Memiliki etos kerja sebagai pendidik,            bekerja keras;(13) Mengembangkan sikap kerja sama; Melaksanakan tugas secara bertanggung jawab;  (14) Menunjukkan keterbukaan dalam berfikir dan bertindak; (15)            Menerima kritik dan saran untuk perbaikkan; (16) Memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik; (17) Memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan; (18) Bertindak sesuai dengan norma religius (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong), berpenampilan sopan sesuai norma adat dan kode etik profes; (19) Memiliki kompetensi pedagogik Memahami peserta didik; (20) Memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif, mendeskripsikan prinsip-prinsip perkembangan kognitif, (21) Menerapkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif untuk memahami peserta didik, memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian, mendeskripsikan prinsip-prinsip kepribadian, menerapkan prinsip-prinsip kepribadian untuk memahami peserta didik; (22) Mengidentifikasi data dan bekal-ajar awal peserta didik, menentukan tingkatan penguasaan kompetensi prasyarat peserta didik, mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik, mengidentifikasi tugas-tugas perkembangan sosial kultural untuk memahami peserta didik, mengidentifikasi gaya belajar (visual, auditif, dan/atau  kinestetik) untuk memahami peserta didik, mengidentifikasi perkembangan belajar peserta didik; (23) Merancang pembelajaran Bahasa Inggris secara komunikatif, interaktif, kolaboratif dan integratif,           menerapkan teori bahasa, teori belajar dan pembelajaran Bahasa Inggris; (24) Membedakan teori bahasa dari sudut pandang simbolis, strukturalis, fungsionalis, dan tekstual,membedakan teori pembelajaran bahasa secara komunikatif, interaktif, kolaboratif, dan integratif; (25) Membedakan konsep belajar behavioristik, kognitif, konstruktivistik, sosial, atau yang lain; (26) Menerapkan teori belajar tertentu dalam pembelajaran fakta, konsep, prosedur, dan prinsip dalam pembelajaran Bahasa Inggris; (27) Membedakan karakteristik jenis-jenis teks bahasa Inggris sesuai dengan jenjang pendidikan; (28) Merencanakan pembelajaran secara komunikatif, interaktif, kolaboratif, dan integratif; (29) Menentukan strategi pembelajaran Bahasa Inggris berdasarkan karakteristik  peserta didik, Mendeskripsikan berbagai strategi pembelajaran, Memilih strategi pembelajaran Bahasa Inggris yang sesuai dengan karakteristik peserta didik; (30) Menyusun rancangan pembelajaran Bahasa Inggris berdasarkan strategi yang telah dipilih, menyusun silabus dan rencana pembelajaran Bahasa Inggris, merancang kerangka pengalaman belajar bahasa Inggris (tatap muka, terstruktur), memilih dan mengorganisasikan materi dan bahan ajar Bahasa Inggris dengan mengedepankan prinsip komunikatif, interaktif, kolaboratif dan integratif; (31) Memilih dan merancang media, bahan ajar dan sumber belajar  Bahasa Inggris  yang diperlukan untuk pembelajaran secara komunikatif, interaktif, kolaboratif dan integratif; (32) Membuat rancangan evaluasi proses dan penilaian hasil belajar Bahasa Inggris; (33) Melaksanakan pembelajaran Menata latar (setting) pembelajaran, menata sarana dan prasarana belajar Bahasa Inggris yang akan digunakan secara tepat guna, memanfaatkan sarana dan prasarana belajar Bahasa Inggris yang tersedia dan atau dapat disediakan, menata dan mengorganisasi kelas sesuai karakteristik materi dan peserta didik; (33) Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Bahasa Inggris; (34) Melaksanakan pembelajaran yang mendidik secara komunikatif, interaktif, kolaboratif dan integratif; (35) Memotivasi peserta didik melakukan berbagai kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris yang bersifat komunikatif dan interaktif; (36) Menjelaskan materi bidang studi bahasa Inggris secara mendidik, menarik dan menyenangkan; (37) Memfasilitasi peserta didik untuk melakukan berbagai kegiatan belajar bahasa Inggris; (38) Melaksanakan pembelajaran bahasa Inggris secara komunikatif, interaktif, kolaboratif dan integratif; (39) Memberikan umpan balik (feedback) secara tepat waktu, obyektif dan memotivasi; (40) Memberi penguatan (reinforcement) dalam pembelajaran bahasa Inggris; (41) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk merefleksikan pengalaman belajar  Bahasa Inggris yang telah dialaminya, merefleksi pembelajaran sendiri dan pembelajaran sejawat secara obyektif dan profesional; (42) Evaluasi proses and penilaian hasil belajar, melaksanakan penilaian (asesmen) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode, melaksanakan penilaian  bahasa Inggris dengan tes, melaksanakan penilaian  bahasa Inggris dengan non tes; (43) Melaksanakan evaluasi program pembelajaran, menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar Bahasa Inggris untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery level), menganalisis hasil penilaian proses belajar bahasa Inggris, menganalisis hasil penilaian-hasil belajar bahasa Inggris, menginterpretasi hasil analisis pembelajaran bahasa Inggris, menggunakan hasil analisis pembelajaran bahasa Inggris  untuk menentukan ketuntasan belajar, menggunakan informasi ketuntasan belajar Bahasa Inggris untuk merancang program remedi atau pengayaan (enrichment); (44) Menentukan posisi peserta didik bahasa Inggris dilihat dari ketuntasan belajar yang telah ditetapkan; (45) Merancang program remedi bahasa Inggris bagi peserta didik yang di bawah ketuntasan belajar minimal; (46) Merancang program pengayaan bahasa Inggris bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar optimal; (47) Memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran Bahasa Inggris untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum; (48) Menganalisis kekuatan dan kelemahan pembelajaran bahasa Inggris yang telah dilaksanakan, Menentukan bagian-bagian pembelajaran bahasa Inggris yang memerlukan perbaikan, Merancang langkah-langkah perbaikan pembelajaran bahasa Inggris, Mengembangkan diri secara terus menerus dalam peningkatan profesi sebagai pendidik bahasa Inggris, pengembangan peserta didik, memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi akademik; (49)         Membimbing peserta didik mengembangkan karya kreatif dan inovatif, membimbing peserta didik mengembangkan bakat dan minat akademik, mendorong peserta didik untuk melakukan proses belajar lanjut; (50) Mengembangkan kemampun berbahasa Inggris peserta didik sesuai standar keberterimaan nasional dan internasional; (51) Memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi non akademik; (52) Membimbing peserta didik mengembangkan iman dan taqwa; (53) Membimbing peserta didik mengembangkan keterampilan sosial, dan membimbing peserta didik mengembangkan bakat dan minat non-akademis.

Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah

Kompetensi PS Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah adalah: (1) Menghasilkan lulusan yang bermutu, khususnya tenaga kependidikan yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disesuaikan/berorientasi pada kebutuhan daerah; (2) Mengembangkan kemitraan dengan berbagai institusi terkait seperti sekolah, dinas pendidikan, dan instansi lainnya baik negeri maupun swasta guna mengantisipasi  lapangan pekerjaan alternatif bagi tenaga lulusan; (3) Mengembangkan budaya ilmiah untuk menciptakan suasana dan lingkungan yang kondusif bagi semua komponen civitas akademika guna mendukung tercapainya Tri Darma Perguruan Tinggi; (4) Mengembangkan penalaran, minat dan kegemaran mahasiswa guna terwujudnya perkembangan keperibadian lulusan.

Program Studi PPKn

Kompetensi lulusan Jurusan Pendidikan IPS Prodi PPKn adalah menjadi tenaga pendidik professional yang unggul dan kompetitif dalam bidang pendidikan dan pembelajaran PIPS-PPKn yang mampu berperanserta dalam masyarakat lokal, nasional dan global. Disamping itu lulusan Program Studi PPKn juga memiliki etika pendidik profesional  yang berlandaskan pada nilai, moral, dan norma.

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)

Kompetensi lulusan PGSD) Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram adalah Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan secara akademik dan profesional sesuai dengan SKGK SD/MI Secara akademik, para lulusan diharapkan: (1) Memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengembangkan peserta didik secara mendalam dan luas tentang perkembangannya, perilakunya, pembentukan kepribadiannya yang mengedepankan multi inteligen untuk pengembangan diri dari keadaan sekarang ke hal yang dikehendaki; (2) Menguasai substansi bidang ilmu, kemampuan mengemas dalam pembelajaran dan pengembangan kemampuan siswa sesuai dengan kondisi siswa dan lingkungannya yang mencakup bidang Matematika, Sains, Pengetahuan Sosial, Bahasa Indonesia, dan PPKn, dari yang bersifat konkrit sampai abstrak; (3) Memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan pembelajaran yang mendidik sesuai dengan situasi dan tuntutan perkembangan anak dan lingkungan; (4) Memiliki kemampuan mengembangkan kemampuan profesional secara berkelanjutan; (5) Secara profesional, para lulusan diharapkan memiliki kemampuan untuk merancang, mengimplementasikan pembelajaran, dan mengevaluasi pembelajaran sebagai wujud tugas guru yang profesional.

Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Penguasaan bidang pokok untuk menjadi pendidik dan pengelola PAUD yang profesional, dilengkapi dan harus didasarkan pada kompetensi “Menjunjung tinggi norma, tata-nilai, moral, agama, etika dan tanggung jawab profesional”. Kompetensi tersebut didukung dengan dikembangkan melalui penerapan kurikulum program studi yaitu: (1) Mampu berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun tulisan; (2) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pendidikan dan perkembangan bagi anak usia dini; (3) Mampu memanfaatkan dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi untuk perkembangan ilmu pendidikan dan perkembangan anak usia dini; (4) Mampu untuk mengembangkan diri secara swakarya, berfikir secara logis dan analitis untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi secara profesional; (5) Mampu berinteraksi dengan lingkungan kerja secara individual maupun tim; (6) mampu mengembangkan dan membuat alat permainan edukatif untuk menunjang peaksanaan pendidikan bagi ana usia dini; (7) Memiliki komitmen, etos kerja terhadap profesi dan tugas profesional.

Comments are closed.