Mataram, Universitas Mataram – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mataram (Unram) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) NTB, Universitas Kyoto Jepang dan Pusat Studi Asia Tenggara wilayah Indonesia (Center for Southeast Asian Studies Indonesia/CSEAS) menggelar Simposium Internasional untuk membahas konservasi kayu Gaharu dan tanaman aromatik (International Symposium on Agarwood and Aromatic Plant) di hotel Golden Palace Mataram, Selasa (1/10) lalu.

Simposium Internasional ini digelar untuk membuka ruang diskusi dengan para pakar sehingga dapat memberikan sebuah platform bagi para dosen, peneliti dan orang-orang yang bekerja pada bidang industri kayu Gaharu dan produk aromatik dari seluruh dunia, untuk mempresentasikan, mendiskusikan dan bertukar informasi terbaru mereka dalam lingkup konservasi tanaman Gaharu dan teknologi produksi bagi produk-produk dari tanaman aromatik.

Tercatat 167 peneliti dan pelaku usaha di bidang pemanfaatan kayu Gaharu dan produk aromatik yang berasal dari Jepang, Sri Lanka, Malaysia, Uni Emirat Arab, Bangladesh dan Indonesia hadir dalam acara tersebut.

Selain itu tercatat 25 paper dan poster yang akan dipresentasikan dan dibahas dalam acara yang dijadwalkan digelar hingga Rabu, 2 Oktober tersebut.

Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum diwakili oleh wakil rektor bidang akademik Agusdin, SE, MBA., DBA dalam sambutannya mengungkapkan acara ini digelar sebagai bentuk upaya Unram untuk mengawal penelitian tidak hanya untuk keperluan akademik namun juga untuk mengeksplorasi produk bernilai bisnis yang potensial.

“Universitas Mataram memiliki visi untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi berbasis riset berdaya saing internasional tahun 2025” ungkap Agusdin.

Agusdin mengungkapkan acara ini dapat memberikan transfer energi positif bagi mahasiswa, dosen Unram dan tentu saja para peneliti serta pelaku industri kayu Gaharu dan produk aromatik agar mendapat gambaran dari para pakar bagaimana teknologi pemanfaatan kayu Gaharu dan produk aromatik sehingga tetap konservatif.

Sebab meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap peran penting pohon dan hutan bagi lingkungan serta perubahan iklim telah membuat pemanfaatan hasil hutan menjadi semakin kritis. Situasi ini akhirnya membuat orang-orang yang bekerja di bidang yang berkaitan dengan lingkungan seperti kehutanan dan industri kehutanan, penelitian kayu dan hutan harus bekerja dan berpikir lebih keras serta bijaksana.

Oleh karena itulah, studi dalam sains dan teknologi Gaharu yang menyangkut kelestarian lingkungan dan kehidupan manusia menjadi penting.

Hasil dari Simposium Internasional ini diharapkan akan menjadi dasar untuk pemanfaatan dan pemrosesan Gaharu dan produk aromatik yang lebih baik dalam upaya domestikasi konservasi kayu gaharu & tanaman aromatik dalam beberapa dekade mendatang.