Mataram, Universitsa Mataram – Minimnya minat generasi milenial untuk menjadi petani menjadi perhatian Guru Besar Fakultas Pertanian Unram, Prof. Ir. M. Sarjan, M.Ag.Cp., Ph.D. Ia pun mengungkapkan ide untuk pembentukan komunitas pertanian yang melibatkan generasi milenial. Idenya pun ditangkap oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Unram.

Mereka pun membentuk  komunitas bernama Youth Millennial of Agriculture (YONA) yang anggotanya mahasiswa. Sebagian Alumni Fakultas Pertanian Unram juga membentuk komunitas yang memfokuskan diri pada sektor pertanian. Mereka menamai diri “Alumni Pertanian Milenial”.

“Mereka memiliki keinginan kuat menjadi pelaku utama di bidang pembangunan pertanian untuk kehidupannya dan untuk dibagikan kepada masyarakat. Bahkan mereka tidak ingin menjadi PNS, jika mampu berbuat di sektor pertanian,”  kata Prof. Sarjan.

Prof. Sarjan pun berinisiasi mempertemukan kedua komunitas tersebut dan membentuk “Jamaah Milenial Agro” akhir Januari 2019 lalu. Jamaah Milenial Agro ini melibatkan tidak hanya mahasiswa dan alumni tetapi juga pelaku lain di sektor pertanian.

Menurut Prof. Sarjan, Jamaah Milenial Agro akan fokus menekuni empat sektor bidang pertanian. Pertama, tehnik agronomi, yaitu cara bercocok tanam yang baik. Kedua, aspek pengelolaan tanah dan kesuburan pemupukan serta nutrisi. Ketiga, pengelolaan hama penyakit tumbuhan sebagai penganggu. Terakhir, pemasaran.

Prof. Sarjan menjelaskan bahwa pembangunan sektor pertanian yang cepat dapat ditempuh dengan cara intervensi teknologi dan Sumber Daya Manusia. “Generasi milenial harus bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah dan nilai ekonomi, sehingga ciri-ciri generasi milenial adalah kreatif, produktif, berfikir out of the box yaitu membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,” tuturnya. (Humas Unram/U24)