KERJASAMA ANTARA BAPPENAS-UNRAM DALAM PENJARINGAN ASPIRASI MASYARAKAT REGIONAL BALI, NTB DAN NTT SEBAGAI MASUKAN RANCANGAN TEKNOKRATIK RPJMN 2014-2019

KERJASAMA ANTARA BAPPENAS-UNRAM DALAM PENJARINGAN ASPIRASI MASYARAKAT REGIONAL BALI, NTB DAN NTT  SEBAGAI MASUKAN RANCANGAN TEKNOKRATIK RPJMN 2014-2019

pic1Dalam kata sambutaannya Rektor Universitas Mataram mengungkapkan bahwa Pembangunan Nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan berkesinambungan yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan tujuan nasional bagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Untuk itu dalam rangka memberika arah dan prioritas pembangunan maka diperlukan perencanaan jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang penyusunannya diatur dalam UU No 25 Tahun 2004 dan dijabarkan dalam PP 40 Tahun 2006.

         RPJPN 2005-2025, sebagai dokumen perencanaan jangka panjang nasional, bicara garis besar memberikan pedoman dan arahan pembangunan untuk periode 20 tahun ke depan dalam rangka mencapai tujuan nasional dan menjadi acuan dalam setiap tahap Rencana Pembangunan Janga Menengah Nasional (RPJMN). RPJMN, sebagai rencana 5 tahunan, merupakan penjabaran Visi dan  Misi dan Program Presiden yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (2005-2025). RPJMN memuat arah dan kebijakan dan strategi pembangunan, program serta kerangka ekonomi makro yang akan diambil pemerintah dalam kurun waktu 5 tahun.

            RPJMN 2015-2019 merupakan RPJMN tahap ke-3 dari RPJPN 2005-2025, dan merupakan kelanjutan RPJMN periode sebelumnya (2010-2014). Dalam pelaksanaannya, RPJMN 2010-2014 telah memberikan arah pembangunan bangsa Indonesia daan menjadi acuan dalam pelaksanaan pembangunan bangsa. Kebijakan yang telah dilaksanakan telah mengacu pada RPJMN sehingga munculnya program baru yang tidak ada dalam RPJMN, harus dilandasi dengan pertimbangan dan alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

pic2Saat ini Rancangan Teknokratik bahan Rancangan Awal RPJMN 2015-2019 sedang disusun oleh Bappenas, yang untuk selanjutnya dihimpun bersaama hasil evaluasi pelaksanaan RPJMN 2010-2014 yang sedang berjalan dan aspirasi masyarakat. Hal ini dilakukan mengacu pada PP No 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional Khususnya Bagian Kedua Pasal 10 Ayat 3 yang berbunyi :

            “Rancangan rencana pembangunan secaraa teknokratik sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 meliputi kerangka ekonomi makro,rencana pembangunan sektoral dan kewilayahan dihimpun dari: (a) hasil evaluasi pelaksanaan RPJMN yang sedang berjalan dan (b) Aspirasi Masyarakat.

            Penjaringan aspirasi masyarakat dari kewilayahan  Bali, NTB dan NTT yang dialakukan pada hari ini dalam rangka memberi masukan untuk penyempurnaan RPJMN 2015-2019 sangat penting untuk memberikan warna dan arah RPJMN 2015-2019 yang diinginkan oleh daerah, demikian sambutan Rektor Unram pada acara pembukaan Acara Penjaringan Aspirasi Masyarakat wilayah Bali dan Nusatenggara dalam Memberi Masukan Naskah Rencana RPJMN 2015-2019 yang akan menjadi arahan program oleh Presiden RI Terpilih Tahun 2014 (Bagian Kerjasama Unram).

Comments are closed.