Universitas Mataram Dan Peradaban Nusa Tenggara Barat Refleksi Di Ulang Tahun Unram Ke-54

UNRAM merayakan Ulang Tahun ke 54, umur yang tidak lagi muda, umur yang sudah sangat dewasa bagi sebuah lembaga pendidikan tinggi. Kehidupan akademis di UNRAM tetap seperti kampus-kampus lain baik di Indonesia atau di Dunia. Ada pendidikan (pengajaran), penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu kegiatan ilmiah seperti Seminar Nasional dan Internasional sering diselenggarakan oleh Universitas Mataram.

Dalam sebuah kampus biasa terlahir dosen-dosen yang menonjol di penelitian dan publikasi ilmiah. Namanya bisa dikenal sejagat ilmiah, di google scholar dapat dilihat banyaknya ahli ahli dunia yang merujuk karyannya.

Dalam dunia ilmiah, peneliti peliti doktor doktor muda yang sangat handal ini targetnya mendapat hibah riset kolaboratif bergengsi, dapat dipublikasikan pada jurnal jurnal top dan bergengsi dunia, dan berharap menyandang gelar professor. Professor menjadi kepuasan tersendiri bagi seorang akademisi, karena ini merupakan penghargaan tertinggi di dunia Pendidikan  Tinggi. Sangking asiknya dengan bidang riset yang ditekuninya yang telah mendunia, terkadang lupa, sang professor tidak dikenal oleh masyarakatnya sendiri di Nusa Tenggara Barat. Hal ini disebabkan asyiknya traveling dari seminar internasional yang satu ke seminar internasional yang lain di seantero jagad dan lupa dirinya bahwa masyarakat di sekitarnya masih memerlukan pemikiran-pemikiran praktis untuk mengatasi berbagai permasalahan penting yang di hadapinya seperti Pendidikan, Kesehatan, Ketahanan Pangan dan lain sebagainya, yang mana Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Provinsi NTB masih jauh ketinggalan dari kondisi masyarakat yang sejahtera.

Alhamdullilah Professor di UNRAM sudah semakin banyak jumlahnya. Artinya kemampuan akademis dosen dosen UNRAM semakin baik dari tahun ke tahun. Jumlah dosen yang bergelar doktor baik lulusan dalam dan luar negeri tidak lagi sedikit jumlahnya. UNRAM sangat beruntung dalam perebutan grand doktor pada Indonesia-Australian Eastern University Project tahun 1994-2002, dapat merebut beasiswa doktor lebih dari 90 an dari 200 yang diperebutkan untuk UNUD dan UNDANA.

Namun demikian, masih ada beban psikologis yang mau tidak mau harus ditanggung UNRAM di umur yang tidak lagi muda ini. UNRAM lahir di sebuah provinsi yang masih terbelakang  Sumber Daya Manusiannya. Persoalan persoalan sosial masih kerap muncul di daerah ini. Kalau bukan intelektual di daerah, siapa lagi yang mampu memikirkan jalan keluar dari kemelut ke-NTBan ini. Secara akademis hampir semua akademisi bisa mengakses bahkan menikmati dengan baik jurnal jurnal ilmiah internasional, yang sarat dengan model, informasi dan berbagai solusi kehidupan manusia modern.

Masalahnya, belum banyak Profesor dan akademisi UNRAM yang mau menerjemahkan pemahaman pemahaman yang rumit itu menjadi mudah dicerna kaum awam di daerahnya, lewat apapun salurannya, apapun kontribusinya. Bisakah para akademisi UNRAM punya komitmen untuk ini? Ikut terlibat memperkaya angin pemahaman dan gagasan di NTB dengan berbagai sudut pandang. Disinilah UNRAM perlu bersinergi dengan siapapun, jalur manapun untuk ikut berperan membangun peradaban NTB tercinta. Ketika seorang bergelar Professor, semoga tidak saja hanya dinikmati kalangan akademis akan karya karyanya. Tapi dinikmati juga oleh masyarakat luas, dan menjadi solusi bagi kerasnya kehidupan mereka di pedesaan dan perkotaan.

Selamat Ulang Tahun UNRAM. Selamat mengukir sejarah peradaban untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat tercinta (Dosen Senior Unram).

Comments are closed.