Unram Kukuhkan 3 Profesor Baru

Sidang Senat Terbuka Universitas Mataram mengukuhkan tiga guru besar baru bidang peternakan dan pertanian, Kamis (27/10) di Ruang Sidang Senat, Universitas Mataram.

Sidang Senat Terbuka Universitas Mataram mengukuhkan tiga guru besar baru bidang peternakan dan pertanian, Kamis (27/10) di Ruang Sidang Senat, Universitas Mataram.

MataramUniversitas Mataram kembali mengukuhkan tiga guru besar yang menambah daftar professor di lingkungan civitas akademika Unram. Dari tiga guru besar yang dikukuhkan, Kamis (27/10) dalam Sidang Senat Terbuka tersebut, dua di antaranya berasal dari Fakultas Peternakan dan satu professor dari Fakultas Pertanian.

Prof. Ir. H Chairussyuhur Arman, M.Sc, PhD, dalam orasi ilmiahnya menekankan pentingnya pengembangan sapi potong melalui penerapan Iptek peternakan terpadu di NTB. Menurutnya, masyarakat peternakdi Lombok dan Sumbawa sangat antusias dalam menerima introduksi teknologi peternakan yang membudidayakan model peternakan dari hulu sampai hilir ini. Masyarakat mulai merasakan manfaatnya dalam budidaya ternak sapi baik untuk tujuan pembibitan maupun penggemukan.

“Namun, kiranya dalam penerapan teknologi peternakan ini perlu terus dipantau dan didampingi mengingat tingkat kesadaran dan pengetahuan peternak tentang model tersebut masih belum teradopsi secara optimal karena selama ini peternak masih berorientasi pada komoditas. Agar model yang dikembangkan di tingkat peternakan rakyat dapat berkelanjutan, saya terus menerus melakukan kunjungan dan pendampingan seraya memantau dan mendiskusikan kendala-kendala yang dihadapi oleh peternak sapi,” paparnya.

Sementara Prof Ir Mulyati, SU, Phd menekankan pada pengelolaan hara terpadu menuju sistem pertanian berkelanjtan untuk mendukung ketahanan dan keamanan pangan. Menurutnya, penggunaan pupuk an-organik yang selama ini digunakan oleh petani menyisakan zat-zat yang berbahaya bagi tanah dan menggerus unsur hara potensial yang dibutuhkan dalam pertanian.

“Beberapa kelebihan pupuk organik jika dibandingkan dengan pupuk buatan adalah dapat memperbaiki kesuburan fisik tanah melalui perbaikan struktur dan tekstur tanah, kesuburan kimia tanah melalui penyediaan unsur-unsur hara walaupun hara yang terkadung dilepaskan secara perlahan. Kelemahan pada pupuk organik adalah memiliki daya kerja yang lambat sehingga proses mineralisasinya butuh waktu lama, serta tidak bisa disimpan lama dan penggunaannya harus dalam jumlah banyak. Karenanya dibutuhkan pengelolaan hara terpadu sebagai alternative terbaik untuk mendukung pertanian berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan hara terpadu harus fokus pada pengembangan teknologi keharaan yang aman pada aspek lingkungan, ekonomis, serta dapat diadopsi oleh petani.

Sedangkan Prof Ir Suhubdy, Phd dalam orasi ilmiah lebih menyoroti ternak ruminansia. Menurutnya dengan mengoptimalkan populasi ternak ruminansia dan penguasaan Ipteknya, maka kita dapapt melakukan inovasi untuk bersaing secara global.

 

Sekilas Tentang Universitas Mataram

Universitas Mataram merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di bawah Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi yang berkedudukan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dalam perkembangannya hingga 2016 ini, Universitas Mataram mengelola pendidikan untuk 9 Fakultas  dan 35 program studi  S1 Reguler, 12 program studi S1 non-reguler, 4 Program Studi D3, 2 Prodi D3 Vokasi KLU, 3 Prodi D3 Vokasi Bima dan 12 program pascasarjana dan 1 program doktor.

Contact Person :

Ir. I Wayan Suadnya, M.Agr.Sc, PhD

Mobile. +62 819 1593 6636

komunikasi@unram.ac.id

 

 

Comments are closed.