Unram Sukses Gelar Konfrensi Internasional Tesol Indonesia 2016

tesol2Civitas-Mataram. Meski persiapan yang tergolong kilat, Universitas Mataram sukses menggelar konfrensi internasional selama tiga hari, 11-13 Agustus 2016 di Gedung Kuliah Bersama Universitas Mataram. Konferensi ini bertajuk Tesol Indonesia Internasional Konference. Tema konferensi yaitu Teaching & Learning English In Indonesia – Future Trends and Aproaches. Konferensi ini digelar berkat kerjasama antara Universitas Mataram, SITE Skills Training Pampanga Philipina, Tesol Asia, Women in Tesol dan Asian EFL Journal.

Konferensi ini diikuti oleh 450 orang pembicara dan 97 orang partisipan dari 43 negara yang berbeda. Para pembicara memaparkan materinya secara bergantian selama tiga hari berturut-turut. Mereka menyampaikan materinya dalam tiga bentuk yaitu virtual, telekonferensi, dan penyampaian langsung (fisik). 319 pembicara hadir secara fisik dan menyampaikan materinya secara langsung di Universitas Mataram. Pembicara dalam bentuk telekonferensi atau via on line berjumlah 108 orang serta 23 pembicara lainnya menyampaikan makalahnya dalam bentuk virtual. Mereka mengirim video pemaparan dan ditayangkan di depan para audiens.

Selain itu, 7 orang pembicara kunci (keynote speaker) turut hadir dan menyampaikan materi dalam konferensi ini. Mereka adalah Prof. Nick Mitchelmore (Hanyang University, South Korea), Prof. Rod Ellis (University of Auckland, New Zealand), Prof. Winnie Cheng (The Hongkong Polytechnic University), Prof. Beata Webb (Bond University, Gold Coast Australia), Prof. John Adamson (University of Niigata Prefecture, Japan), Prof. Phyllis Chew (Nanyang Technological University, Singapore), dan Prof. Priyono (University of Mataram, Indonesia).

Konferensi Berlanjut

Meskipun baru pertama kali digelar, kesuksesan penyelenggaraan Konferensi Internasional Tesol Indonesia disambut positif oleh berbagai pihak. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang hadir baik lokal maupun manca negara. Rektor Universitas Mataram Prof. Ir. Sunarpi, Ph.D turut memberikan ampresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan konferensi internasional ini. “It will improve development of Tesol Education in Indonesia secara khusus,” ujarnya dalam sambutan penutupnya, Sabtu, 13 Agustus 2016 di Dome Universitas Mataram.

“Akan terus mendorong perkembangan pendidikan pengajaran bahasa Inggris,” lanjutnya. Prof. Ir. Sunarpi, Ph.D menyadari bahwa Indonesia memiliki kelemahan dalam pengejaran Bahasa Inggris. Menurutnya, metode pengajaran bahasa Inggris yang diterapkan selama ini di Indonesia belum menunjukkan hasil yang maksimal. Konferensi ini, diharapkannya, menjadi ruang untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan keahlian para pembicara yang diperoleh dari pengalaman yang bertahun-tahun dalam pengajaran bahasa Inggris.

Oleh karena itu, penyelenggaraan Konferensi Internasional Tesol Indonesia direncanakan akan berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya.“It is the first but it’s not going to be the last, I promise to you,” kata Ketua Panita Dr. Kamaludin Yusra dalam sambutan penutupan konferensi Internasional Tesol Indonesia 2016.

Comments are closed.