Mataram, Universitas Mataram – Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (FK Unram) melaksanakan Pengambilan Sumpah Dokter di gedung Auditorium FK dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Senin (21/9) pagi.

Wakil Dekan FK Unram drArfi Syamsun, Sp KF, M.Si saat menyampaikan laporan mengatakan jumlah dokter baru yang diambil sumpahnya adalah 60 orang. Dia menjelaskan bahwa angka kelulusan dalam ujian UKMPPD bulan Agustus lalu telah melewati batas rata-rata nasional yakni sebesar 89%.

“Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sudah meluluskan 612 orang dokter hingga hari ini,” ungkap dr. Arfi.

Lebih jauh ia menyampaikan bahwa sesuai dengan UU kedokteran, dokter baru harus diambil sumpahnya terlebih dahulu sebelum menjalankan tugas. Terlebih ditengah situasi pandemi seperti saat ini yang menuntut tenaga kesehatan termasuk dokter menjadi garda terdepan untuk melawan Covid-19.

Sementara itu, Dekan FK Unram dr. Hamsu Kadriyan, Sp.T.H.T.K.L(K)., M.Kes mengungkapkan karena pandemi ujian UKMPPD harus tertunda, yang secara otomatis menyebabkan para dokter baru tertunda kelulusannya. Dia juga menyampaikan atas kebijakan Rektor, dokter baru yang lulus dan sudah membayar UKT pada periode ini, maka UKT mereka akan dikembalikan.

“Terima kasih kepada dosen dan seluruh tenaga kependidikan yang sudah memberikan layanan yang sangat baik, sehingga kita bisa meluluskan untuk angkatan ini sampai 89%. Terima kasih juga kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di Universitas Mataram sehingga bisa selesai sesuai dengan yang diharapkan,” ujarnya.

Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum yang turut hadir dalam acara tersebut mengingatkan bahwa sumpah profesi yang dilakukan oleh para dokter baru adalah ikrar kesetiaan, komitmen, kesungguhan atas nama Tuhan, bahwa profesi yang dipangku akan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

“Profesi dokter ini profesi yang mulia, karena itulah tunaikan tugas yang mulia ini dengan sungguh-sungguh dengan penuh tanggung jawab, dan tulus ikhlas supaya bernilai ibadah,” pesan Prof. Husni.

Prof. Husni juga mengingatkan agar para dokter  baru menjaga nama baik almamater, dimanapun mereka bertugas, serta terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang kedokteran.

Senada dengan Rektor Unram, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah NTB dr. Doddy A. K., Sp.OG juga berpesan agar para dokter baru tetap belajar, mengingat ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang kedokteran terus berkambang secara signifikan.

“Tetap belajar, menimba ilmu, karena ilmu pengetahuan dan informasi terus berkembang,” katanya.

Menurutnya setelah mengikrarkan sumpah, para dokter baru juga harus mempelajari seluruh peraturan perundang-undangan dibidang kesehatan sehingga mereka memiliki pengetahuan yang cukup dibidang hukum saat melaksanakan tugas.

Sementara itu, Wakil Diklit dr. Oky Cahyo Wahyuni Sp. EM yang mewakili Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB dalam sambutannya mengatakan tugas utama bagi seorang dokter adalah melakukan pengabdian dengan tulus dan ikhlas, serta memprioritaskan keselamatan pasien dan memberikan pelayanan dengan optimal.

“Dimanapun nanti akan melaksanakan tugas, Insyaa Allah harus melaksanakan tugas dan pengabdiannya dengan penuh profesionalitas,” tandasnya.