Belajar, Berani, dan Siap Adu Gagasan: Semangat Mahasiswa Warnai Seleksi NUDC Universitas Mataram 2026

Mataram, Universitas Mataram – Universitas Mataram (Unram) kembali menyelenggarakan National University Debating Championship (NUDC) Tingkat Universitas Mataram Tahun 2026 pada Sabtu (4/7). Kegiatan yang di selenggarakan di Aula Gedung D Lantai 3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi ajang seleksi mahasiswa terbaik untuk mewakili Unram pada kompetisi NUDC di tingkat Wilayah, sekaligus menjadi wadah pengembangan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan berbahasa Inggris.
Suasana seleksi berlangsung penuh antusias. Dibalik semangat para peserta, rasa tegang menjadi hal yang hampir dirasakan oleh seluruh mahasiswa, terutama mereka yang baru pertama kali mengikuti kompetisi debat tingkat universitas. Meski demikian, semangat untuk belajar dan berani mencoba menjadi motivasi utama dalam mengikuti ajang bergengsi tersebut.
Salah satu peserta, Violia Rahmi Sabrina, mahasiswa Semester 4 Program Studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), mengaku antusias sekaligus gugup menghadapi kompetisi.
Memang sebelumnya saya sudah pernah berlatih dan baru sekali mengikuti debat, namun belum benar-benar terjun dalam kompetisi. Karena itu, saya masih terus belajar meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus memahami alur dan mekanisme dalam debat,†ujar Violia.
Dalam mempersiapkan diri, Violia mengatakan bahwa ia berusaha memahami mekanisme perlombaan sekaligus memperdalam materi yang berkaitan dengan sistem debat.
“Persiapannya mungkin pertama melihat rundown kegiatan. Terus baca-baca soal mosi itu apa, terus tentang apa sih debat. Kan debat itu ada dua, Asian Parliamentary sama British Parliamentary. Jadi kami belajar lebih banyak dalam tentang British Parliamentary sama mosi-mosi yang ada di dalam debat,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Baiq Jihan Habibati, mahasiswa Semester 2 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yang mengikuti NUDC untuk pertama kalinya.
“Saya juga cukup gugup karena ini akan menjadi pengalaman pertama saya mengikuti kompetisi debat. Selain itu, beberapa peserta memiliki kecepatan berbicara yang cukup tinggi sehingga menjadi tantangan tersendiri. Namun, saya akan berusaha memberikan yang terbaik,†ungkap Jihan.
Meski memiliki waktu persiapan yang terbatas, Jihan mengaku telah membekali diri melalui latihan dan sparring sehingga lebih siap menggelar kompetisi.
Namun, saya sudah beberapa kali mengikuti latihan dan sparring, sehingga saya merasa tidak akan terlalu terkejut saat bertanding. Saat ini saya lebih mempersiapkan mental untuk menghadapi para peserta lainnya,†jelasnya.
Pengalaman kedua siswa tersebut mencerminkan bahwa NUDC bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi yang logis, bekerja sama dalam tim, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Sebagai salah satu program pengembangan kemahasiswaan, NUDC menjadi bagian dari upaya Unram dalam mendorong lahirnya mahasiswa yang adaptif, komunikatif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Melalui seleksi nasional ini, diharapkan terpilih delegasi terbaik yang mampu membawa nama Unram pada kompetisi NUDC tingkat wilayah dan wilayah, sekaligus memperkuat budaya akademik yang kritis di kampus.



