Buka Lebih Banyak Peluang Global, Unram Perkuat Kolaborasi dengan Seoul National University

Mataram, Universitas Mataram – Di tengah semakin tingginya kebutuhan akan talenta yang mampu bersaing di tingkat global, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu fondasi penting dalam membuka akses terhadap pendidikan, riset, dan jejaring internasional. Berangkat dari semangat tersebut, Universitas Mataram (Unram) bersama Seoul National University (SNU) memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Korea sebagai bagian dari upaya memperluas peluang global bagi mahasiswa dan memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. dan Seo Kyo, Director of Seoul National University Social Responsibility pada Selasa, 29 Juli 2026 di Ruang Tamu Rektor, yang membahas berbagai peluang kerja sama di bidang pendidikan, mobilitas akademik, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan pembelajaran bahasa sebagai jembatan kolaborasi antarbangsa. Langkah ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education melalui perluasan akses terhadap pendidikan berkualitas, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kemitraan internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Seo Kyo menyampaikan komitmen SNU untuk terus mengembangkan pembelajaran Bahasa Korea di Unram agar dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa maupun masyarakat umum. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi kunci dalam membangun hubungan akademik jangka panjang antara kedua institusi.
Ia juga mendorong Unram untuk membuka Program Studi Bahasa Korea sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas akademik sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan tenaga profesional yang memiliki kompetensi bahasa dan pemahaman lintas budaya. Menurutnya, pendidikan bahasa tidak hanya membangun kemampuan komunikasi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pertukaran budaya.
Selain penguatan pembelajaran bahasa, Seo Kyo memperkenalkan berbagai peluang beasiswa bagi mahasiswa Unram, termasuk Global Korea Scholarship (GKS), sebagai salah satu jalur untuk melanjutkan studi di Korea Selatan. Ia berharap semakin banyak mahasiswa Unram memanfaatkan kesempatan tersebut guna memperluas pengalaman akademik sekaligus membangun jejaring internasional.
Seo Kyo turut menjelaskan filosofi King Sejong Institute, yang mengambil nama Raja Sejong sebagai pencipta aksara Hangeul. Menurutnya, semangat yang diwariskan Raja Sejong adalah menghadirkan bahasa yang dapat dipelajari oleh semua kalangan. Nilai tersebut hingga kini menjadi landasan dalam memperluas akses pembelajaran Bahasa Korea di berbagai negara melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa tantangan pendidikan abad ke-21 tidak dapat dihadapi oleh satu institusi secara sendiri. Kolaborasi internasional, menurutnya, menjadi ruang penting untuk mempertemukan pengetahuan, pengalaman, dan perspektif lintas negara dalam menciptakan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan global.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menegaskan bahwa penguatan kompetensi bahasa asing merupakan bagian dari strategi Unram dalam memperluas internasionalisasi kampus. Sebagai langkah awal, Unram tengah merencanakan pembukaan jalur penerimaan mahasiswa baru berbasis kemampuan bahasa asing, meliputi Bahasa Korea, Jepang, dan Mandarin, guna mendukung berbagai program student mobility, double degree, serta kolaborasi akademik internasional.
Menurut Rektor, peningkatan kompetensi tersebut akan diawali melalui penguatan kursus bahasa di Pusat Bahasa Unram sebelum dikembangkan lebih lanjut melalui pembukaan Program Studi Bahasa Korea di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Langkah ini diharapkan mampu memperluas pilihan akademik sekaligus menyiapkan lulusan yang memiliki daya saing global.
Untuk mendukung ekosistem pembelajaran bahasa yang lebih terintegrasi, Unram juga berencana membangun Pusat Integrasi Bahasa di lantai satu Perpustakaan Unram. Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat pembelajaran berbagai bahasa asing sekaligus ruang interaksi akademik yang mendukung pertukaran budaya dan kolaborasi internasional.
Prof. Sukardi juga mendorong para peserta maupun volunteer program Bahasa Korea agar melanjutkan studi magister di SNU melalui berbagai skema beasiswa yang tersedia. Ia berharap, setelah menyelesaikan pendidikan, mereka dapat kembali mengabdi sebagai dosen di Unram dan memperkuat kapasitas akademik di bidang Bahasa Korea.
Selain membuka peluang bagi mahasiswa Unram untuk belajar di Korea Selatan, Rektor berharap semakin banyak mahasiswa Korea mengikuti program short course di Unram. Mobilitas mahasiswa dua arah tersebut diyakini akan memperkaya pengalaman belajar lintas budaya sekaligus memperkuat posisi Unram sebagai mitra akademik di kawasan Asia.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Sukardi juga menginisiasi kolaborasi antara profesor Indonesia dan Korea Selatan dalam bidang penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat jejaring riset internasional Unram.
Melalui penguatan pembelajaran bahasa, perluasan mobilitas akademik, pengembangan sumber daya manusia, hingga kolaborasi riset, kemitraan antara Unram dan SNU diharapkan tidak hanya membuka lebih banyak peluang global bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat peran Unram sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring internasional untuk melahirkan lulusan yang adaptif, berdaya saing, dan mampu berkontribusi di tingkat global.
