Dari Layar ke Bahasa Korea, KSI Mataram Buka Jendela Bahasa dan Budaya lewat Korean Movie Day 2026

Mataram, Universitas Mataram — Belajar bahasa asing tidak selalu harus dimulai dari ruang kelas. Film dapat menjadi salah satu cara untuk mendengar bahasa digunakan dalam konteks cerita, mengenali percakapan, dan membangun ketertarikan untuk mempelajarinya lebih jauh. Pendekatan tersebut dihadirkan King Sejong Institute (KSI) Mataram di Universitas Mataram (Unram) melalui Korean Movie Day 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, di CGV Transmart Mataram ini menghadirkan film HOPE, film Korea Selatan bergenre fiksi ilmiah dan monster yang ditulis, disutradarai, serta diproduseri bersama oleh Na Hong-jin. Film tersebut membawa penonton pada kisah misterius di sebuah kota pelabuhan terpencil dan perjuangan penduduknya menghadapi ancaman yang belum pernah mereka temui sebelumnya.
Bagi KSI Mataram, pemutaran film menjadi salah satu ruang untuk membawa bahasa Korea lebih dekat kepada masyarakat. Penonton dapat mendengar bahasa Korea melalui dialog dan alur cerita, sekaligus mengenali penggunaannya dalam konteks yang lebih natural di luar pembelajaran formal.
Mengenal KSI, dari Korea hingga Mataram
King Sejong Institute (KSI) merupakan lembaga resmi Korea yang hadir di berbagai negara untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Korea. Pembelajarannya tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengenal berbagai aspek Korea melalui kegiatan pembelajaran dan kebudayaan.
Jaringan KSI kini telah berkembang menjadi 273 cabang di 89 negara, termasuk 11 cabang di Indonesia. Salah satunya adalah KSI Mataram yang resmi dibuka di Unram pada 24 Agustus 2026 melalui kerja sama Unram dengan Seoul National University (SNU).
Sebagai salah satu KSI yang baru hadir di Indonesia, KSI Mataram membawa peluang untuk memperluas akses masyarakat Lombok terhadap pembelajaran bahasa Korea sekaligus membangun koneksi akademik dan kebudayaan dengan Korea.
Dari Layar, Mendekatkan Bahasa Korea
Korean Movie Day menjadi salah satu cara KSI Mataram memperkenalkan bahasa Korea melalui pengalaman yang dekat dengan masyarakat. Film menghadirkan bahasa dalam konteks yang utuh melalui dialog, karakter, dan situasi sehingga penonton dapat mendengarnya secara langsung tanpa harus terlebih dahulu mengikuti pembelajaran formal.
Pendekatan ini juga membuka ruang bagi mereka yang mulai tertarik mempelajari bahasa Korea. Ketertarikan terhadap film dapat menjadi langkah awal untuk mengenal kosakata, percakapan, dan pembelajaran bahasa secara lebih mendalam di KSI Mataram.
Direktur KSI Mataram, Dr. Drs. Baharuddin, M.Hum., menyampaikan bahwa pengembangan KSI Mataram ke depan diarahkan untuk memperluas pengenalan dan pembelajaran bahasa Korea di Lombok.
Menurutnya, kehadiran KSI Mataram menjadi bagian dari upaya membangun koneksi yang lebih luas antara Unram, masyarakat Lombok, dan Korea. Kerja sama dengan SNU juga menjadi salah satu fondasi untuk mendukung pengembangan KSI ke depan, termasuk peluang penguatan studi bahasa Korea di Unram.
“Bagaimana kita di Lombok ini mendunia, salah satunya dengan mempelajari bahasa Korea,” ujar Baharuddin.
Membuka Jalan dari Lombok ke Dunia
Bagi Unram, penguasaan bahasa asing dapat menjadi pintu menuju akses yang lebih luas terhadap pendidikan, pengetahuan, budaya, dan jejaring internasional. Karena itu, pengembangan KSI Mataram tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui ruang-ruang yang dapat menumbuhkan ketertarikan masyarakat.
Korean Movie Day 2026 menjadi salah satu langkah awal tersebut. Melalui film, masyarakat dapat mulai mendengar dan mengenal bahasa Korea dalam suasana yang lebih ringan, sebelum melangkah lebih jauh untuk mempelajarinya.
Kehadiran KSI Mataram di Unram sekaligus membuka ruang baru bagi masyarakat Lombok untuk terhubung dengan Korea. Dari Mataram, pembelajaran bahasa menjadi salah satu jalan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan membuka peluang ke dunia yang lebih luas.
