Gelar Kuliah Umum Kewirausahan, Unram Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Lapangan Kerja dan Berdaya Saing

Mataram, Universitas Mataram – Universitas Mataram (Unram) sukses menggelar kegiatan Kuliah Umum Kewirausahaan bertajuk “Dari Ide Menjadi Aksi, Dari Aksi Menjadi Dampak Nyata untuk Indonesia Maju”. Acara yang berlangsung dinamis ini menghadirkan tokoh dunia usaha sekaligus praktisi bisnis nasional yakni Anindya Bakrie selaku Ketua Umum KADIN Indonesia yang membawakan materi utama mengenai “Kewirausahaan dan Kepemimpinan Indonesia dalam Dunia yang Berubah”.

Acara ini berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026 di Ruang Sidang Senat Unram dan dihadiri langsung oleh Rektor Unram, Ketua Umum KADIN Indonesia beserta jajaran, Ketua Umum KADIN Provinsi NTB, Wakil Rektor Unram, Jajaran civitas akademika serta para peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, masyarakat umum.

Melalui forum ini, civitas akademika Unram diajak untuk mentransformasi pola pikir (mindset) generasi muda dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja yang mampu memberi dampak luas bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor Unram, Prof. Sukardi, M.Pd. menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat posisi Unram sebagai institusi perguruan tinggi yang unggul, berdampak, dan berdaya saing. Menurutnya, indikator utama daya saing sebuah perguruan tinggi terletak pada kualitas dan kontribusi nyata dari para lulusannya di tengah masyarakat.

“Kebanyakan lulusan perguruan tinggi masih berorientasi menjadi pegawai atau PNS, padahal negara maju didukung oleh persentase pengusaha yang tinggi. Kami ingin mahasiswa Unram kelak lahir bukan hanya sebagai pencari kerja (job seeker), melainkan sebagai pencipta kerja (job pencipta),” ujarnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Unram telah menerapkan berbagai program transformatif di bidang akademik, yaitu Pembelajaran Berbasis Proyek & Industri. Menggeser metode perkuliahan konvensional di dalam kelas menuju pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berdasarkan pengalaman, dan pemecahan masalah industri secara langsung (pemecahan masalah). Program hibah mini Startup menyediakan alokasi anggaran khusus untuk melatih dan memuat ide-ide bisnis pelajar agar dapat berkembang menjadi unit usaha mandiri.

Selain itu, Prof. Sukardi juga menyampaikan komitmen inklusivitas kampus dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk memberikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Memasuki sesi pemaparan materi, Anindya Bakrie menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Indonesia dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Di hadapan mahasiswa yang hadir, ia menekankan bahwa keberhasilan seorang pengusaha tidak melulu ditentukan oleh besarnya modal finansial awal.

“Jangan sangka sebuah start-up atau usaha baru itu harus dimulai dengan modal besar. Mulainya bisa dari modal nol besar dimulai dari sebuah ide, keberanian, kemauan, dan jaringan. Tidak ada pengusaha sukses yang tidak pernah mengalami kegagalan. Yang terpenting adalah memiliki karakter yang tahan banting dan selalu siap bangkit ketika jatuh,” ucapnya.

Dalam merespons dinamika perubahan global yang sangat cepat, Anindya membagikan formula dasar kewirausahaan dan kepemimpinan yang dirangkum dalam konsep antara lain Karakter (Karakter), memiliki ketahanan mental, kejujuran, integritas, dan semangat kerja keras. Karakter inilah yang menjadi landasan utama dalam menghadapi risiko dan kebangkitan dari kegagalan bisnis.

Selanjutnya, Curiosity (Keingintahuan), memiliki kebiasaan dan keinginan untuk terus belajar (lifelong learning), khususnya dalam memanfaatkan perkembangan teknologi terkini seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mengembangkan bisnis. Ia juga menambahkan pentingnya penerapan prinsip dasar dalam dunia wirausaha, yakni amati, tiru, dan modifikasi (ATM), yang diimbangi dengan kedisiplinan serta kepatuhan pada nilai-nilai etika dasar kehidupan.

Kegiatan kuliah umum ini diakhiri dengan diskusi interaktif yang disambut antusias oleh para peserta kuliah umum. Melalui sinergi antara akademisi dunia dan praktisi industri ini, Unram berharap dapat melahirkan generasi wirausahawan baru yang tangguh, inovatif, dan siap membawa dampak positif bagi pembangunan ekonomi nasional menuju Indonesia Maju.