Integrasikan SDGs dalam KKN, Unram Perkuat Pengabdian yang Terukur dan Berdampak

Published On: 31 July, 2026By

Mataram, Universitas Mataram – Ketika mahasiswa hadir di tengah masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), program yang dijalankan tidak berhenti pada selesainya sebuah kegiatan. Setiap intervensi diharapkan mampu menjawab persoalan nyata di desa, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan meninggalkan perubahan yang dapat terus dikembangkan. Untuk memperkuat arah tersebut, Universitas Mataram (Unram) mulai mengarusutamakan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pelaksanaan KKN.

Langkah ini diwujudkan melalui Sosialisasi Pengarusutamaan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam Kuliah Kerja Nyata: Mewujudkan KKN Berorientasi SDGs dan Pelaporan Terintegrasi untuk Universitas Berdampak, yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 1.823 mahasiswa KKN Periode Juli–Agustus 2026, bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan pengelola KKN Unram.

Pengarusutamaan SDGs menjadi bagian dari upaya Unram mengubah cara mahasiswa merancang dan melihat program KKN. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menentukan program yang dapat dilaksanakan di desa, tetapi terlebih dahulu membaca kondisi, kebutuhan, dan potensi masyarakat, kemudian memetakan tujuan dan indikator SDGs yang paling relevan dengan persoalan tersebut. Dengan cara ini, SDGs tidak ditempatkan sebagai label tambahan pada program, melainkan menjadi kerangka untuk membantu mahasiswa merancang intervensi yang lebih kontekstual dan terarah.

Pendekatan tersebut memungkinkan setiap kelompok KKN memiliki fokus SDGs yang berbeda sesuai dengan realitas wilayahnya. Persoalan kesehatan, misalnya, dapat diarahkan pada tujuan pembangunan yang berkaitan dengan kesehatan; program ketahanan pangan pada tujuan yang relevan dengan pangan; sementara inisiatif pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesetaraan, maupun lingkungan dapat dipetakan pada tujuan SDGs yang sesuai. Seluruh 17 SDGs memiliki peluang untuk menjadi bagian dari KKN, tetapi keterkaitannya ditentukan oleh kebutuhan dan program nyata di masing-masing lokasi.

Proses pemetaan tersebut kemudian diperkuat melalui sistem pelaporan. Mahasiswa dan DPL tidak hanya diminta mencatat kegiatan yang telah dilaksanakan, tetapi juga menunjukkan SDGs yang dituju, persoalan yang diintervensi, program yang dilakukan, penerima manfaat, serta perubahan atau manfaat yang dihasilkan. Dengan demikian, laporan KKN dapat menggambarkan kontribusi program secara lebih spesifik dan menjadi data yang dapat digunakan untuk melihat capaian SDGs Unram.

Penguatan aspek pelaporan menjadi penting karena berbagai program KKN yang memiliki manfaat nyata berpotensi tidak terbaca secara optimal dalam pemetaan capaian SDGs apabila tidak terdokumentasi dengan baik. Karena itu, sosialisasi juga membekali mahasiswa dan DPL dengan kemampuan menyusun laporan kegiatan serta artikel publikasi yang mampu menghubungkan fakta lapangan dengan indikator SDGs secara jelas dan terukur.

Untuk membangun pemahaman tersebut, Unram menghadirkan Prof. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D., Ketua SDGs Center Universitas Airlangga (UNAIR), yang berbagi praktik pengarusutamaan SDGs dalam KKN, pemetaan program berdasarkan indikator global, serta strategi pelaporan berbasis SDGs. Dari internal Unram, Cahyo Mustiko O. M., ST., MSc., Ph.D. memaparkan refleksi pelaksanaan KKN Unram tahun 2025 berdasarkan data dan dokumentasi kegiatan. Sementara itu, Heavy Nala Estriani, M.Hub.Int., membahas teknik penyusunan laporan dan publikasi KKN agar mampu menyajikan data, fakta, serta capaian program dalam narasi yang kuat dan selaras dengan SDGs. dan M. Sumsanto. S.Pi., M.P. memaparkan panduan penysuanan dan submisi artikel ilmiah pada prosiding dan jurnal wicara desa.

Untuk mendukung efektivitas pembelajaran, peserta mengikuti pre-test pada awal kegiatan dan post-test di akhir sesi. Hasilnya diharapkan menjadi gambaran peningkatan pemahaman mahasiswa dalam mengintegrasikan SDGs ke dalam program kerja, pelaporan, dan publikasi KKN.

Dengan melibatkan 1.823 mahasiswa dalam satu periode, KKN memiliki ruang intervensi yang luas di berbagai desa dengan karakter dan persoalan yang berbeda. Melalui pengarusutamaan SDGs, mahasiswa didorong untuk memetakan kondisi, kebutuhan, dan potensi di lokasi KKN terlebih dahulu, kemudian mengidentifikasi tujuan dan indikator SDGs yang paling relevan dengan program yang dirancang. Dengan demikian, setiap program tidak sekadar diberi label SDGs, tetapi memiliki keterkaitan yang jelas dengan tujuan pembangunan tertentu berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Bagi Unram, proses tersebut merupakan langkah penting untuk membangun KKN yang tidak hanya aktif di lapangan, tetapi juga terarah, terukur, dan terdokumentasi dengan baik. Data dari setiap lokasi KKN dapat menjadi bagian dari pembelajaran institusi untuk melihat persoalan yang dihadapi masyarakat, capaian program, serta ruang perbaikan bagi pelaksanaan KKN berikutnya.

Lebih dari sekadar menyelaraskan program mahasiswa dengan agenda pembangunan global, pengarusutamaan SDGs menempatkan KKN sebagai ruang untuk menghubungkan pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dan dampak yang dapat diukur. Mahasiswa datang ke desa untuk memahami persoalan, memetakan kebutuhan, merancang solusi, dan mencatat perubahan yang dihasilkan. Dari proses inilah Unram terus memperkuat KKN sebagai salah satu instrumen nyata dalam mewujudkan semangat Universitas Berdampak.

Integrasikan SDGs dalam KKN, Unram Perkuat Pengabdian yang Terukur dan Berdampak

Published On: 31 July, 2026By

Mataram, University of Mataram – When students engage with communities through the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN), the true measure of success extends far beyond the completion of activities. Every initiative is expected to address real challenges faced by local communities, create meaningful benefits, and generate lasting change that communities can continue to build upon. Guided by this vision, the University of Mataram (Unram) is integrating the Sustainable Development Goals (SDGs) into the implementation of its Community Service Program.

This commitment was reinforced through the online seminar, “Mainstreaming the Sustainable Development Goals (SDGs) into the Community Service Program: Advancing SDG-Oriented Community Engagement and Integrated Reporting for an Impact-Driven University,” held via Zoom on Thursday, 30 July 2026. The event brought together 1,823 students participating in the July–August 2026 Community Service Program, along with field supervisors and members of Unram’s Community Service Program management team.

Integrating the SDGs into the Community Service Program reflects Unram’s commitment to transforming the way students design and deliver community engagement initiatives. Rather than simply identifying activities to implement in villages, students are encouraged to begin by understanding local conditions, community needs, and existing strengths before mapping the most relevant SDG targets and indicators to those priorities. Through this approach, the SDGs are not treated as an additional reporting requirement but as a practical framework for designing community-driven interventions that are more relevant, evidence-based, and capable of creating measurable, lasting impact.

This approach allows each Community Service Program team to focus on different SDGs, depending on the unique context of the communities they serve. For example, initiatives addressing public health can be aligned with health-related goals, food security programmes with the relevant SDGs on sustainable food systems, while projects in education, economic empowerment, gender equality, and environmental sustainability can be mapped to their corresponding goals. In this way, all 17 Sustainable Development Goals have the potential to be reflected in the Community Service Program, with their relevance determined by the specific needs, priorities, and development challenges of each community.

This alignment is further strengthened through an integrated reporting framework. Students and field supervisors are encouraged not only to document the activities they have implemented, but also to identify the SDGs they address, the challenges targeted, the interventions undertaken, the beneficiaries reached, and the measurable outcomes achieved. Through this approach, Community Service Program reports provide a clearer picture of each project’s contribution while generating evidence that supports Unram’s efforts to monitor and demonstrate its progress toward the Sustainable Development Goals.

Strengthening the reporting process is essential because many community initiatives that generate meaningful benefits may not be fully recognized in SDG impact assessments if they are not properly documented. To address this, the workshop also equipped students and field supervisors with practical skills in preparing programme reports and publication-ready articles that effectively connect field-based evidence with relevant SDG indicators, enabling the University’s community engagement initiatives to demonstrate clear, measurable, and lasting impact.

To strengthen participants’ understanding of this approach, Unram invited Prof. Hery Purnobasuki, Chair of the SDGs Center at Universitas Airlangga (UNAIR), who shared best practices for integrating the SDGs into community service programmes, aligning initiatives with global SDG indicators, and developing SDG-based reporting frameworks. Representing Unram, Cahyo Mustiko O. M. presented reflections on the University’s 2025 Community Service Program based on programme data and field documentation. Heavy Nala Estriani discussed effective approaches to preparing programme reports and publication-ready articles that communicate data, evidence, and project outcomes through compelling narratives aligned with the SDGs. Meanwhile, M. Sumsanto provided practical guidance on preparing and submitting scientific articles to conference proceedings and the Wicara Desa journal.

To support the learning process, participants completed a pre-test at the beginning of the programme and a post-test at the end of the session. The results are expected to provide a clear measure of participants’ improved understanding of how to integrate the SDGs into programme design, reporting, and scholarly publication.

With 1,823 students participating in a single Community Service Program period, Unram has a significant opportunity to generate meaningful impact across villages with diverse characteristics and development challenges. By embedding the SDGs into the programme, students are encouraged to first assess local conditions, community needs, and existing potential before identifying the most relevant SDG targets and indicators to guide their interventions. This ensures that each initiative goes beyond simply carrying an SDG label and instead demonstrates a clear, evidence-based contribution to specific sustainable development objectives grounded in the realities of the communities they serve.

For Unram, this approach represents an important step toward strengthening a Community Service Program that is not only active in the field, but also strategic, evidence-based, and systematically documented. Data generated from each community placement provides valuable institutional insights into local development challenges, programme outcomes, and opportunities for continuous improvement in future Community Service initiatives.

More than simply aligning student projects with the global development agenda, embedding the Sustainable Development Goals (SDGs) into the Community Service Program positions KKN as a platform for connecting academic knowledge with community needs and measurable impact. Students are encouraged to engage with communities by understanding local challenges, identifying priorities, designing context-driven solutions, and documenting the changes their initiatives create. Through this approach, Unram continues to strengthen its Community Service Program as a tangible expression of its commitment to becoming an impact-driven university, where education, research, and community engagement work together to create meaningful and lasting benefits for society.

Go to Top