Lebih dari Sekadar Ruang Belajar, Unram Tumbuhkan Kampus yang Hidup Bersama Alam

Mataram, Universitas Mataram – Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pentingnya pembangunan berkelanjutan, perguruan tinggi tidak lagi hanya dipandang sebagai pusat pendidikan dan penelitian. Kampus juga memiliki peran strategis sebagai ruang yang menunjukkan bagaimana pembangunan dapat berlangsung selaras dengan lingkungan. Dalam konteks tersebut, pengelolaan ruang hijau tidak lagi sekadar menjadi bagian dari estetika kawasan kampus, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan, kualitas pembelajaran, dan kesejahteraan civitas akademika.
Melalui kawasan kampus yang hijau dan terus terjaga, Universitas Mataram (Unram) memperlihatkan bahwa keberlanjutan tidak hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi juga diwujudkan dalam tata kelola lingkungan kampus sebagai bagian dari kehidupan akademik sehari-hari.
Hamparan pepohonan yang menaungi berbagai sudut kampus telah lama menjadi salah satu karakter Unram. Rindangnya vegetasi tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan teduh, tetapi juga membentuk ekosistem yang mendukung keberlangsungan berbagai jenis flora dan fauna. Di sela-sela aktivitas akademik, kicauan burung yang masih mudah dijumpai menjadi salah satu indikator bahwa ruang hijau di lingkungan kampus tetap mampu menyediakan habitat yang aman bagi berbagai spesies.
Keberadaan ruang hijau tersebut tidak hadir secara kebetulan. Lingkungan kampus yang asri merupakan hasil dari upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dengan pelestarian vegetasi. Pepohonan yang tumbuh di berbagai kawasan kampus menjalankan berbagai fungsi ekologis, mulai dari menyerap karbon, menghasilkan oksigen, membantu mengendalikan suhu mikro, meningkatkan kualitas udara, hingga mendukung keberlangsungan keanekaragaman hayati di lingkungan kampus.
Bagi Unram, ruang hijau memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar elemen lanskap. Lingkungan yang lestari merupakan bagian dari ekosistem pembelajaran yang mendukung kenyamanan, kesehatan, dan produktivitas civitas akademika. Berbagai aktivitas akademik, mulai dari belajar, berdiskusi, penelitian, hingga berinteraksi antar mahasiswa dan dosen, berlangsung dalam lingkungan yang mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa keberlanjutan merupakan tanggung jawab bersama.
Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peran perguruan tinggi dalam membangun masa depan berkelanjutan.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul dan menghasilkan inovasi yang berdampak. Kampus harus menjadi ruang yang menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan diterapkan untuk menciptakan kehidupan yang lebih berkelanjutan. Karena itu, kami memandang pelestarian lingkungan kampus bukan hanya sebagai upaya menjaga keindahan kawasan, tetapi sebagai investasi jangka panjang untuk membangun budaya akademik yang peduli terhadap lingkungan, melindungi keanekaragaman hayati, dan menyiapkan generasi yang memiliki kesadaran ekologis,” ujar Prof. Sukardi.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya Unram dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam pengelolaan kampus. Melalui pelestarian ruang terbuka hijau dan perlindungan keanekaragaman hayati, Unram terus membangun lingkungan belajar yang tangguh, sehat, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai ruang yang memberikan manfaat tidak hanya bagi civitas akademika, tetapi juga bagi lingkungan di sekitarnya.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Unram terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penyediaan ruang hijau yang inklusif dan berkelanjutan, SDG 13 (Climate Action) melalui dukungan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim, serta SDG 15 (Life on Land) melalui pelestarian ekosistem daratan dan perlindungan keanekaragaman hayati.
Bagi Unram, Green Campus bukan sekadar konsep, melainkan bagian dari budaya akademik dan tanggung jawab institusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Melalui pelestarian ruang hijau, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pengembangan inovasi yang berdampak bagi lingkungan, Unram terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi laboratorium hidup bagi praktik-praktik keberlanjutan. Dengan demikian, setiap sudut kampus tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menghadirkan inspirasi tentang bagaimana manusia dan alam dapat tumbuh serta berkembang secara berdampingan


