Pengabdian Profesor Berdampak Unram: Perkuat Ekowisata Bagek Kembar untuk Mendukung Program Desa Berdaya NTB

Published On: 27 July, 2026By Tags: , , , ,

Mataram, Universitas Mataram — Tim Pengabdian Profesor Berdampak Universitas Mataram (Unram) akan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di kawasan Ekowisata Bagek Kembar, Desa Cendi Manik, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi tri dharma perguruan tinggi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung keberhasilan Program Desa Berdaya, yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Program pengabdian ini dirancang sebagai upaya kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekowisata berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan. Melalui pendekatan ilmiah yang dipadukan dengan praktik pemberdayaan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Ketua Tim Pengabdian Profesor Berdampak Unram, Prof. Dr. Gito Hadiprayitno, M.Si., menjelaskan bahwa pengembangan Ekowisata Bagek Kembar tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan kawasan ekowisata.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi ekowisata secara profesional, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengabaikan aspek konservasi lingkungan,” ungkapnya.

Secara ilmiah, konsep ekowisata menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam pengelolaan sumber daya alam. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kelembagaan, penguatan keterampilan teknis, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal menjadi faktor penting dalam mewujudkan ekowisata yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Dalam diskusi persiapan pelaksanaan program, Kepala Desa Cendi Manik, H. Mahdi (KDM) menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Pengabdian Profesor Berdampak Unram yang dinilai memberikan dukungan nyata terhadap upaya pengembangan potensi desa.

“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Desa Cendi Manik, khususnya Ekowisata Bagek Kembar, sebagai lokasi Pengabdian Profesor Berdampak Universitas Mataram. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi mampu melahirkan inovasi dan pendampingan yang berkelanjutan sehingga masyarakat semakin percaya diri dalam mengelola potensi wisata desa,” ujar Mahdi.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Desa Cendi Manik berkomitmen mendukung seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan, mulai dari penguatan kapasitas kelembagaan pengelola, pelatihan budidaya mangrove dan kepiting, hingga pengembangan kuliner lokal dan wisata edukasi mangrove. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan Unram menjadi modal penting dalam mewujudkan tujuan Program Desa Berdaya yang diinisiasi Pemerintah Provinsi NTB.

Ekowisata Bagek Kembar turut melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan. Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain pelatihan manajemen pengelolaan ekowisata, pembibitan mangrove sebagai upaya rehabilitasi kawasan pesisir, budidaya kepiting sebagai alternatif sumber pendapatan masyarakat, pengembangan kuliner lokal dan pusat informasi ekowisata, serta pengembangan paket wisata telusur mangrove yang mengedepankan aspek edukasi lingkungan.

Program pembibitan menjadi salah satu komponen strategis karena ekosistem mangrove memiliki peran ekologis yang sangat penting dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota perairan, serta berfungsi sebagai penyerap karbon (blue carbon) yang berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim. Di sisi lain, pengembangan budidaya kepiting dan kuliner berbasis hasil pesisir diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat melalui diversifikasi usaha produktif.

Selain memperkuat aspek ekonomi, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Melalui keterlibatan aktif kelompok pengelola, masyarakat diharapkan memiliki rasa kepemilikan (sense of ownership) terhadap kawasan ekowisata sehingga upaya konservasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Tim Pengabdian Profesor Berdampak Unram terdiri atas profesor dari berbagai bidang keilmuan, yaitu Prof. Dr. Gito Hadiprayitno, M.Si.; Prof. Dr. Agil Al Idrus, M.Si.; Prof. Dr. I Wayan Suana, M.Si.; Prof. Muhammad Ali, S.Pt., M.Si., Ph.D.; dan Prof. Dr. I Wayan Karta, M.S. Kegiatan ini juga didukung oleh Drs. Lalu Japa, M.Sc.St.; Moh. Liwa Ilhamdi, M.Si.; serta Gde Cahyadi Wirajagat, M.Sc. yang memiliki kompetensi dalam bidang pendidikan biologi, ekologi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), program ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unram jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2). Keterlibatan mahasiswa diintegrasikan dengan mata kuliah Biopreneur dan Praktik Ekowisata, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di lapangan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam proses pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mendukung pembangunan daerah berbasis potensi lokal. Melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi masyarakat, dan pengembangan usaha berbasis konservasi, Ekowisata Bagek Kembar diharapkan mampu berkembang sebagai destinasi wisata edukatif yang berdaya saing sekaligus menjadi contoh implementasi pembangunan berkelanjutan di Provinsi NTB.

Program Pengabdian Profesor Berdampak Unram ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mentransformasikan hasil-hasil akademik menjadi solusi bagi masyarakat. Dengan mengedepankan pendekatan ilmiah, inovasi, dan kolaborasi multipihak, kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, pelestarian ekosistem mangrove, dan keberhasilan Program Desa Berdaya sebagai agenda pembangunan unggulan Pemerintah Provinsi NTB.