Roadshow Kesehatan Mental, UPA BKPK Unram Ajak Dosen dan Mahasiswa FHISIP Peduli Kesehatan Jiwa

Mataram, Universitas Mataram — Unit Pelaksana Akademik Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir (UPA BKPK) Universitas Mataram (Unram) menyelenggarakan Roadshow Kesehatan Mental di Aula Profesor Asikin, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP), Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini diikuti oleh dosen, staf dan mahasiswa FHISIP sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jiwa di lingkungan kampus.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala UPA BKPK Unram, apt. Yoga Dwi Saputra, S.Farm., M.Pharm., S.Ci. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa merupakan sebuah perjalanan yang tidak selalu mudah. Mahasiswa dapat menghadapi berbagai kondisi, mulai dari tekanan, kelelahan, hingga kehilangan arah. Karena itu, mahasiswa tidak harus menghadapi setiap persoalan seorang diri dan keberanian untuk meminta bantuan merupakan bagian dari upaya menjaga diri.
Mengangkat tema “There is More to Your Story”, Yoga mengingatkan bahwa kesulitan yang sedang dihadapi bukanlah keseluruhan dari cerita kehidupan seseorang. Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa untuk belajar, berefleksi, mengenali apa yang dirasakan dan dibutuhkan, serta mengetahui bahwa layanan konseling tersedia bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan.
Selanjutnya, Kaprodi S1 Ilmu Hukum, Dr. Hj. Rina Khairni Pancaningrum, SH., LL.M., turut memberikan sambutan. beliau menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Roadshow Kesehatan Mental dan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa dan dosen mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental serta menciptakan lingkungan kampus yang lebih peduli dan suportif.
Dalam kegiatan tersebut, UPA BKPK Unram menghadirkan Elis Suci Prapita, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Psikolog RSUD Provinsi Kota Mataram, sebagai pemateri dengan tema “Pencegahan Bunuh Diri Melalui Pendekatan Nyata & Penuh Harapan”.
Dalam pemaparannya, beliau mengajak peserta memahami pentingnya kepedulian terhadap kondisi seseorang yang sedang menghadapi krisis. Materi mencakup mitos dan fakta, faktor risiko dan faktor protektif, serta cara mengenali kondisi krisis dan memberikan respons yang tepat.
Peserta juga dibekali cara membangun percakapan yang aman, mendengarkan tanpa menghakimi, tidak membandingkan atau meremehkan perasaan seseorang, serta mendorong pencarian bantuan profesional ketika diperlukan. Selain itu, beliau juga memperkenalkan safety plan sebagai salah satu langkah untuk membantu menghadapi kondisi krisis.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama peserta yang memberikan ruang bagi dosen dan mahasiswa FHISIP untuk berinteraksi dan memperdalam pemahaman mengenai kesehatan mental.
Selaku moderator sekaligus konselor BKPK Unram, Hema Alini Manihuruk, M.Pd., menyampaikan bahwa setiap perjalanan hidup tidak berhenti pada titik sulit yang sedang dihadapi.
“Hari ini kita diingatkan bahwa setiap perjalanan, pergumulan, dan cerita hidup yang kita alami tidak berhenti di titik sulit yang sedang kita hadapi saat ini. Selalu ada babak baru, harapan, dan kekuatan yang bisa kita temukan dalam diri kita,” ujarnya.
Beliau berharap Roadshow Kesehatan Mental dapat menjadi ruang yang aman untuk saling merangkul, belajar, dan semakin peduli terhadap kesehatan jiwa diri sendiri maupun orang-orang di sekitar.
“There is always more to our story—selalu ada bagian cerita yang layak kita perjuangkan dan kita rawat dengan penuh penerimaan. Luka, rasa lelah, dan kegagalan bukanlah akhir dari kisah kita, melainkan bagian dari proses untuk bertumbuh. Meminta bantuan dan merawat mental kita adalah langkah berani untuk melanjutkan cerita hidup secara lebih utuh,” tambahnya.
Melalui Roadshow Kesehatan Mental, UPA BKPK Unram terus mendorong peningkatan kepedulian terhadap kesehatan jiwa di lingkungan kampus. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu dosen dan mahasiswa untuk lebih peka terhadap kondisi diri maupun orang-orang di sekitarnya, membangun lingkungan yang suportif, serta tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan psikologis.
