Unram, KIOST, MTCRC, dan BRIN Kolaborasi Bahas Pengembangan Ekosistem Laut Berkelanjutan

Mataram, Universitas Mataram — Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram) bersama Korea Institute of Ocean Science and Technology (KIOST), Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan International Seminar on Sustainable Marine Ecosystem Development Through Science, Policy, and International Collaboration to Enhance Blue Food Security di Fakultas Pertanian Universitas Mataram, Lombok, Kamis (17/9).
Kegiatan ini dibuka oleh Mahardika Rizqi Himawan, S.I.K., M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Mataram, yang hadir mewakili pimpinan Fakultas Pertanian Unram. Dalam sambutannya, Mahardika menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dan lintas negara dalam menjawab berbagai tantangan pengelolaan ekosistem laut dan pesisir, khususnya dalam menghadapi perubahan lingkungan serta kebutuhan akan sumber pangan laut yang berkelanjutan.
Seminar internasional ini menjadi forum untuk mempertemukan akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan dari Indonesia dan Korea dalam membahas berbagai aspek pengembangan ekosistem laut berkelanjutan berbasis sains, kebijakan, teknologi, dan kolaborasi internasional.
Mengusung tema “Sustainable Marine Ecosystem Development Through Science, Policy, and International Collaboration to Enhance Blue Food Security”, kegiatan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kondisi dan permasalahan ekosistem pesisir Indonesia dan Lombok, perencanaan ruang laut, perlindungan ekosistem pulau-pulau kecil, biodiversitas laut, teknologi pemantauan lingkungan laut, hingga praktik akuakultur berkelanjutan di wilayah tropis.
Pada sesi pertama, Prof. Dr. Ir. Siti Hilyana, M.Si. menyampaikan materi “Current Situation, Problem, and Coastal Ecosystem in Indonesia and Lombok”. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi dan berbagai tantangan yang dihadapi ekosistem pesisir, khususnya di Indonesia dan Lombok.
Pembahasan dilanjutkan oleh Muslim, S.T., M.Si. melalui materi mengenai marine spatial planning of Lombok coastal area for sustainable economy and ecosystem development. Materi ini membahas pentingnya perencanaan ruang pesisir yang mampu mengintegrasikan kepentingan ekonomi dengan keberlanjutan ekosistem.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Zainal Arifin, M.Sc. membahas “Role of IOC-Westpac Sirad for Small Island Marine Ecosystem Protection and Development”, yang mengangkat aspek kerja sama regional dalam mendukung perlindungan dan pengembangan ekosistem laut di wilayah pulau-pulau kecil.
Pada sesi kedua, seminar berfokus pada pengembangan sumber daya laut dalam mendukung blue food security. Dr. Wahyu Purbiantoro menyampaikan materi mengenai “Development of Marine Biodiversity Products for Blue Food Security”, dilanjutkan dengan pemaparan Ivonne M. Radjawane, Ph.D. mengenai “Introduction to Basic and Advanced Marine Environment Monitoring Technology”.
Sementara itu, Dr. Heung-sik Park menyampaikan materi “Sustainable Aquaculture Practice for Tropical Area”, yang membahas pengembangan praktik akuakultur berkelanjutan yang relevan dengan kondisi kawasan tropis.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu kelautan. Seminar kemudian ditutup dengan rangkuman sesi dan pemberian tanda penghargaan kepada para narasumber.
Penyelenggaraan seminar ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara Fakultas Pertanian Universitas Mataram, KIOST, MTCRC, dan BRIN, khususnya dalam bidang ilmu dan teknologi kelautan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui penelitian bersama, pengembangan teknologi, pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.
Melalui kolaborasi internasional tersebut, Fakultas Pertanian Universitas Mataram terus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi untuk mendukung pengelolaan ekosistem laut yang berkelanjutan serta penguatan ketahanan pangan berbasis sumber daya laut (blue food security), khususnya di wilayah tropis dan kepulauan Indonesia.
Penulis: Mahardika Rizqi Himawan
