Unram Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Dorong UMKM Naik Kelas dan Hilirisasi Inovasi Daerah

Mataram, Universitas Mataram – Daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak lagi cukup dibangun melalui peningkatan produksi semata. Di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, standardisasi, inovasi, dan kolaborasi menjadi fondasi penting agar produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas. Berangkat dari semangat tersebut, Universitas Mataram (Unram) menerima kunjungan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Badan Standardisasi Nasional (BSN), dan sejumlah pemangku kepentingan dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Tamu Rektor, Selasa (28/7/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga standardisasi dalam mendukung pengembangan UMKM, hilirisasi hasil riset, penguatan laboratorium, hingga penyelarasan program pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini sekaligus menjadi langkah nyata mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan UMKM, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui inovasi dan standardisasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi multipihak.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata, S.IP., M.A., menyampaikan arahan Pemerintah Provinsi NTB agar semakin banyak UMKM mampu naik kelas melalui pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI). Menurutnya, peningkatan kualitas produk harus didukung oleh instrumen sertifikasi yang memadai, laboratorium yang kredibel, serta lembaga akreditasi yang mampu menjamin mutu produk lokal.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Perdagangan Provinsi NTB berencana menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan UMKM berbasis inovasi dan standardisasi.
Selain itu, H. Lalu Wiranata juga menawarkan pemanfaatan Balai Kemasan dan Balai Kita sebagai showroom produk UMKM sekaligus ruang kolaborasi bagi mahasiswa Unram. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa akan memberikan perspektif baru dalam pengembangan desain produk, strategi pemasaran, hingga inovasi bisnis yang dibutuhkan pelaku usaha lokal.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menginformasikan rencana penyusunan Buku Statistik Perdagangan NTB yang akan mulai dianggarkan pada tahun mendatang sebagai basis data dalam penyusunan kebijakan perdagangan daerah. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi NTB juga tengah mempersiapkan pembangunan Kawasan Industri Perikanan Terpadu (KIPT) yang akan membutuhkan dukungan tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu di Universitas Mataram.
Program unggulan Desa Mandiri Pangan dan Desa Ekspor turut menjadi fokus pembahasan. Kedua program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat desa melalui penguatan komoditas unggulan, akses pasar, serta peningkatan daya saing produk lokal. Upaya ini selaras dengan SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan sistem pangan berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menanggapi berbagai peluang kerja sama tersebut, Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menyatakan kesiapan Unram untuk mengoptimalkan pemanfaatan laboratorium secara bersama melalui skema kerja sama antara LPPM dan Unit Pelaksana Akademik (UPA) Laboratorium. Menurutnya, laboratorium tidak hanya menjadi fasilitas pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat berperan sebagai infrastruktur pendukung peningkatan kualitas produk daerah.
Rektor juga mendorong agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia industri melalui program magang hingga satu tahun yang dapat direkognisi sebagai tugas akhir atau skripsi. Skema tersebut diharapkan mampu memperkuat kompetensi lulusan sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Lebih lanjut, Prof. Sukardi menegaskan kesiapan Unram mendukung berbagai program pemberdayaan Pemerintah Provinsi NTB, termasuk Desa Berdaya, melalui keterlibatan mahasiswa, dosen, dan guru besar dalam kegiatan pendampingan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci agar hasil pendidikan dan penelitian benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari penguatan hilirisasi, Unram juga tengah mempersiapkan pembentukan pusat unggulan yang mengintegrasikan bidang peternakan, perikanan, pertanian, dan industri. Pusat unggulan tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mempercepat lahirnya inovasi yang dapat diimplementasikan secara nyata.
Untuk memperkuat sinergi tersebut, Rektor meminta data desa binaan Dinas Perdagangan Provinsi NTB sebagai dasar penyelarasan program pembinaan dan pengabdian masyarakat yang dijalankan Unram sehingga berbagai program dapat saling melengkapi dan memberikan dampak yang lebih luas.
Sementara itu, Sekretaris LPPM Universitas Mataram, I Wayan Sudiarta, Ph.D., menjelaskan bahwa Unram terus mengembangkan Rumah Inovasi sebagai pusat hilirisasi hasil penelitian dan alih teknologi. Kehadiran Rumah Inovasi diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan hasil riset kampus dengan kebutuhan industri dan masyarakat, sekaligus membuka peluang kolaborasi bersama Dinas Perdagangan dalam pengembangan inovasi serta pemberdayaan UMKM.
Dukungan juga datang dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang menyampaikan komitmennya dalam membina laboratorium serta lembaga sertifikasi di daerah. BSN menilai UMKM di NTB maupun laboratorium yang dimiliki Unram memiliki potensi besar untuk berkembang, namun masih memerlukan pendampingan dalam memenuhi standar nasional. Untuk itu, BSN menawarkan dukungan berupa data, materi, serta pelatihan standardisasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fakultas di Unram.
Audiensi ini menjadi langkah konkret memperkuat ekosistem kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga standardisasi. Dengan menghubungkan kapasitas riset, inovasi, laboratorium, serta pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem, Unram terus mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi pembangunan daerah. Melalui kolaborasi yang berorientasi pada inovasi dan kebermanfaatan, Unram berkomitmen mendorong lahirnya UMKM yang lebih berdaya saing, industri yang semakin maju, serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.

