Mataram, Universitas Mataram – Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum menggelar acara rapat Refleksi 2 (dua) Tahun Kepemimpinan Rektor Unram Periode 2018 – 2022 di ruang Sidang Rektor, Gedung Rektorat Unram, Senin (9/3).

Acara yang dihadiri oleh ketua dan sekretaris senat, seluruh wakil rektor dan dekan, direktur pascasarjana, direktur rumah sakit, ketua UPT, ketua lembaga dan Biro di lingkungan Unram tersebut, membahas kinerja dan capaian Prof. Husni selama memimpin Unram dalam dua tahun terakhir.

Prof. Husni menjelaskan bahwa Unram saat ini berada dalam klaster 2 (dua) dari 5 (lima) klaster perguruan tinggi yang dibentuk oleh Kemenristekdikti. Unram terakreditasi B dengan perolehan 353 poin, naik 40 poin dari akreditasi sebelumnya. Selain itu, dia juga menjelaskan kinerja Unram dalam pengabdian kepada masyarakat terus meningkat dalam 3 tahun terakhir.

“Allhamdulillah posisi Unram dalam hal pengabdian kepada masyarakat sudah sangat bagus, yakni berada di urutan ke-29 dari 2.371 perguruan tinggi non vokasi di Indonesia” paparnya.

Lebih lanjut Rektor Unram ke-9 itu mengatakan dalam hal penelitian, Unram sekarang sudah berada dalam klaster mandiri di urutan ke-24, bahkan tahun ini Unram menyabet urutan ke-8 dalam perolehan dana riset unggulan Kemenristekdikti.

“Begitu juga publikasi bapak/ibu terus meningkat” tambahnya.

Peningkatan jumlah jurnal nasional terakreditasi, publikasi internasional maupun Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Unram, menurut Professor Ilmu Hukum itu meningkat signifikan setiap tahunnya.

“Sitasi juga melampaui dari apa yang ditetapkan oleh Kemeristekdikti” urainya.

Tak hanya meraih berprestasi dalam peningkatan kinerja pengabdian masyarakat, penelitian, maupun publikasi ilmiah skala nasional dan internasional, di bawah kepemimpinan Prof. Husni laman (website) Unram tahun ini juga berhasil menduduki peringkat ke-17 dalam perengkingan website perguruan tinggi oleh Webometric dari 2.390 PTN/PTS di tanah air.

“Webometric (lembaga penelitian website perguruan tinggi dari Spanyol, red.) tidak semata-mata melihat dari laman atau link tapi juga publikasi-publikasi dan sitasi dari publikasi kita dan lain-lainnya” urainya.

Selain itu Prof. Husni  juga terus berupaya mendorong para dosen yang masih S2 untuk melanjutkan pendidikan doktoral termasuk mendorong percepatan guru besar melalui riset scheme percepatan guru besar. Bahkan kedepan, dirinya berencana akan membuka scheme baru untuk mempercepat lahirnya dosen dengan gelar tertinggi dibidang akademik tersebut.

“Semua capaian tersebut dapat kita raih berkat kerjasama dari semua pihak sivitas akademika demi kemajuan lembaga ini” pungkasnya.