Mataram, Universitas Mataram – Darma Wanita Persatuan Universitas Mataram (Unram) menggelar peringatan Hari Kartini dengan tajuk Semangat Kartini Memperkuat Solidaritas Perempuan Indonesia, di Gedung Arena Budaya Unram, (Selasa 23/4).

Dalam acara tersebut, diselenggarakan juga seminar mengenai kanker serviks untuk seluruh Darma Wanita Persatuan Unram. Selain itu, Darma Wanita Persatuan Unram juga akan melaksankan kegiatan bakti sosial ke wilayah terdampak gempa di Desa Teluk Dalam Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada 29 April 2019 mendatang.

“Rangkaian peringatan hari kartini tahun 2019 yang diselenggarakan Darma Wanita Persatuan Unram, akan melaksanakan seminar kanker serviks dan kegiatan bakti sosial ke wilayah terdampak gempa di Desa Teluk Dalam dan sekitarnya di KLU pada 29 April 2019,”ungkap Bq. Lisa Amerilis Kurniawan, SH. selaku ketua panitia.

Selain dihadiri oleh Darma Wanita Persatuan Unram, turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Agusdin, SE., MBA., DBA. sekaligus membuka acara peringatan hari kartini di Unram.

“Dari perayaan hari kartini kita dapat memetik makna filosofis, bahwa kaum wanita khususnya ibu-ibu adalah arsitek utama bagi generasi muda. karena seperti apa generasi kedepan tergantung dari peran wanita itu sendiri,”kata Agusdin.

Sementara itu, Bq. Nurhayati Husni, SIP selaku ketua Darma Wanita Persatuan Unram dalam sambutannya mengajak kepada seluruh darma wanita yang hadir untuk terus menggelorakan semangat kartini, melanjutkan dan mewujudkan cita-cita kartini.

“Kaum wanita juga harus sadar bahwa saat ini telah memasuki era revolusi industri, perubahan ini wajib diantisipasi, karena jika tidak perempuan akan tertinggal,”tegas Bq. Nurhayati.

“Untuk itu perempuan dituntut untuk lebih mandiri dan kreatif serta mampu memberdayakan potensinya untuk lingkungan dan masyarakat,”tambahnya.

Bq. Nurhayati yang juga merupakan istri dari Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum (Rektor Unram) menyebutkan bahwa perempuan mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan keluarga, karena perempuan akan memberikan pengaruh besar pada ketahanan keluarga. “Jika kualitas hidup perempuan tinggi maka baguslah ketahanan keluarga, begitupun sebaliknya jika kualitas hidup perempuan rendah maka rapuh juga ketahanan keluarga,”katanya.