Mataram, Universitas Mataram – Universitas Mataram (Mataram) menggelar Diseminasi Kegiatan Penalaran dan Kreativitas bertempat di ruang Sidang Senat kantor Rektorat Unram, Jumat (22/11) lalu.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dr. Didin Wahidin, M.Pd, Kasi Penalaran Direktorat Kemahasiswaan Joki Nugroho, Kasi Kreativitas Direktorat Kemahasiswaan Paramita Wikansari dan Tim dari Direktorat Kemahasiswaan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dosen, Pegawai bidang kemahasiswaan serta mahasiswa yang kesemuanya berasal dari dalam maupun luar Unram.

Acara tersebut digelar untuk memberikan bekal kepada Dosen, Pegawai dan mahasiswa bagaimana memotivasi mahasiswa agar mau mengikuti berbagai kegiatan penalaran maupun dalam kegiatan kreativitas mahasiswa.

Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum dalam sambutannya menyampaikan bahwa Unram dari tahun ke tahun terus berbenah agar program-program kreativitas kemahasiswaan  bisa ditingkatkan dan Unram juga telah melakukan terobosan dengan mewajibkan seluruh Program Studi (Prodi) yang ada minimal membina 10 (sepuluh) proposal mahasiswa.

“Tahun 2019 ini total proposal mahasiswa ada 445 dan yang mendapat pendanaan ada 42 judul yang masuk PIMNAS ada 4 tim meraih 2 perak dan 1 perunggu” ungkapnya.

Prof. Husni menjelaskan bahwa Unram terus memberikan semangat kepada mahasiswa untuk tidak berputus asa dan menjadikan berbagai kegiatan kreativitas mahasiswa sebagai pelajaran untuk menghadapi masa yang akan datang.

“Boleh kita kurang dari segi materi, boleh kita kurang dari segi intelegensia tapi semangat juang kita tidak boleh berkurang, semangat juang harus tertanam di dalam diri kita bahwa kita harus jadi orang yang sukses !” pesannya.

Sementara itu, Dr. Didin Wahidin menerangkan bahwa kegiatan kemahasiswaan merupakan kegiatan yang penting. Dia mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan kemahasiswaan tersebut dapat membentuk soft skill mahasiswa sehingga mahasiswa diharapkan tidak hanya hebat dari segi kemampuan akademik semata namun juga hebat dari segi kemampuan sosialnya.

“Saat ini mahasiswa itu tidak bisa dikategorikan cumlaude meski IPK nya 3,5 keatas jika belum mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Karena ada hal yang belum terbekalkan jika belum mengikuti kemahasiswaan” katanya.

Dia menambahkan bahwa mahasiswa yang ikut dalam kegiatan kemahasiswaan memiliki keunggulan dalam hal inovasi, produktivitas dan kreativitas sehingga bisa berkontribusi untuk memajukan bangsa.

“Di era revolusi Industri 4.0 ini inovasi merupakan suatu keniscayaan dan zaman berubah demikian cepat sehingga orang kreatif akan selalu berfikir bagaimana menemukan solusi alternatif untuk menghadapi perubahan tersebut” pungkasnya.