Mataram, Universitas Mataram – Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia H.E. Kim Chang Beom mengunjungi Universitas Mataram (Unram) dalam rangka memberikan kuliah umum bertajuk “Past and Future of Indonesia – Korea Relations” di Gedung Rektorat Unram, Kamis (8/8) lalu.

Selain dihadiri oleh pejabat di lingkungan Rektorat Unram seperti Wakil Rektor Bidang Akademik, Agusdin, S.E., MBA., DBA dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Yusron Saadi, S.T., M.Sc., Ph.D. Kuliah umum ini juga dihadiri oleh para Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi, Sekretaris Prodi dan Mahasiswa.

Dalam kunjungannya tersebut H.E. Kim Chang Beom dan Unram berencana untuk membuat Pojok Korea (Korean Corner) di Perpustakaan Unram menyusul AusieBanget Corner yang lebih dulu di launching Unram tahun 2018 yang lalu. Harapannya mahasiswa dapat lebih mudah mempelajari berbagai hal mengenai Korea Selatan.

Yusron Saadi, S.T., M.Sc., Ph.D menerangkan bahwa kedatangan Duta Besar Republik Korea Selatan ke Unram merupakan kebanggaan tersendiri. Dia berharap akan ada kerja sama yang lebih banyak dengan Korea Selatan terutama dalam bidang pendidikan.

“Harapan kami kedepannya ada peningkatan kerja sama antara Unram dan Korea Selatan”, pungkasnya.

Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang Beom menyampaikan perkembangan diplomasi antara Indonesia dan Korea menunjukkan peningkatan, salah satu diantaranya dalam bidang pendidikan. “Hingga saat ini ada 1.340 orang Indonesia belajar di Korea Selatan. Sebaliknya orang korea Selatan di Indonesia ada 1.000 orang,” paparnya.

Lebih jauh Kim Chang Beom mengatakan bahwa kerja sama di bidang pendidikan sudah terjalin cukup lama antara Indonesia dan Korea selatan melalui beasiswa.

“ini adalah kunjungan saya yang pertama ke Lombok sebagai Dubes, semoga bisa ada tindak lanjut kerja sama di masa yang akan datang,”tandasnya.

Sementara itu dibidang pariwisata, Korea Selatan juga sedang berupaya membangun dan mengembangkan kawasan wisata dengan memperhatikan kelestarian alam, yakni di kawasan Gunung Tunak, Lombok Tengah. Pulau Lombok dijadikan pilihan karena mempunyai kekayaan alam yang layak dipertahankan dan dipelihara dengan lebih baik.

Terkait hal ini, Universitas Mataram sebagai perguruan tinggi berbasis riset telah mengadakan kerjasama penelitian dengan Busan University dalam bidang kehutanan yakni Reducing Emisions from Deforestarion and Forest Degradation (REDD) yang berlokasi di kawasan Gunung Rinjani, Lombok.