FK Unram Resmi Buka Pendidikan Dokter Spesialis Bedah

Published On: June 23rd, 2022Categories: Berita, Mahasiswa, Pendidikan, Penelitian, Prestasi, Seputar KampusBy 1.6 min read

Mataram, Universitas Mataram – Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (FK Unram) dengan resmi mendapat izin operasional untuk melaksanakan jenjang pendidikan spesialis 1 di bidang bedah atau Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah (PPDS Bedah). Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 424/E/O/2022, Unram berhasil melahirkan Program Studi (Prodi) spesialis pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lahirnya PPDS Bedah di FK Unram tidak terlepas dari kerja keras tim pengusul yang terdiri dari beberapa pihak.

“Dari unsur FK Unram, Rumah Sakit Provinsi NTB sebagai rumah sakit pendidikan FK Unram dan beberapa rumah sakit jejaring lainnya seperti Rumah Sakit Praya dan Rumah Sakit Gerung. Dukungan dari pihak Pemerintah Provinsi NTB melalui Gubernur dan Wakil Gubernur serta Universitas Mataram melalui Rektor dan Senat juga sangat berperan dalam membidani program studi yang sangat dibutuhkan ini,” jelas Dekan FK Unram dr. Hamsu Kadriyan, Sp.T.H.T.K.L (K).,M.Kes.

Dekan FK Unram juga menyampaikan bahwa masih adanya ketimpangan pendidikan dan belum membaiknya indeks pembangunan manusia di NTB mendorong FK Unram untuk menorehkan tonggak sejarah baru di bidang pendidikan kedokteran. Prodi PPDS Bedah merupakan prodi yang masih terbilang jarang karena hanya terdapat di beberapa universitas besar seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan beberapa universitas lainnya di Indonesia, terutama di Pulau Jawa.

“Jumlah spesialis bedah di Indonesia masih sangat kurang sehingga kami harap dalam 5 tahun ke depan FK unram diharapkan sudah dapat memberi kontribusi untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah melalui lulusan spesialis bedah yang dihasilkan program studi ini,” harap dr. Hamsu.

Dekan FK Unram dr. Hamsu Kadriyan, Sp.T.H.T.K.L (K).,M.Kes. juga menuturkan bahwa di Indonesia bagian tengah dan timur, termasuk NTB, belum semua daerah atau rumah sakit daerah memiliki spesialis bedah. Dan tentunya hal ini akan berdampak pada sulitnya akses layanan kesehatan tersebut dan menghambat peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Ia berharap dengan keberadaan program studi ini, akan menjadi salah satu jalan untuk mengatasi hambatan tersebut, walaupun perlu waktu yang cukup panjang untuk menghasilkan lulusan. Dengan keberadaan program studi ini juga menunjukkan bahwa daya saing Universitas Mataram, khususnya Fakultas Kedoteran sudah semakin baik di kancah nasional.

Selain PPDS Bedah, FK Unram juga sedang menyiapkan beberapa program pendidikan spesialis lainnya seperti spesialis obstetri dan ginekologi (Obgin) atau yang lebih dikenal dengan spesialis kandungan, spesialis neurologi atau yang lebih dikenal dengan spesialis syaraf, spesialis pulmonology dan kesehatan respirasi atau spesialis paru, dan spesialis kedokteran kelautan, serta S2 Magister Ilmu Kesehatan. Hal ini untuk menunjang kelanjutan program pendidikan bagi lulusan dokter yang ingin melanjutkan studinya di bidang tertentu.

Berita Lainnya