Mataram, Universitas Mataram – Asosiasi Magister Ilmu Hukum (MIH) Indonesia Wilayah Timur  menggelar Seminar Nasional (Semnas) dengan mengusung tema “Merawat NKRI Berbasis Toleransi untuk Indonesia Unggul” bertempat di ruang Sidang Fakultas Hukum (FH) Unram, Senin (10/2).

Ketua MIH Unram  Prof. Dr. H. Zainal Asikin, SH., SU berharap agar kegiatan-kegiatan akademis yang digelar oleh MIH bisa meningkatkan motivasi dalam proses belajar mengajar serta dapat membantu peningkatan akreditasi perguruan tinggi.

“Semoga dengan kegiatan-kegiatan akademis seperti ini bisa membantu meningkatkan motivasi dalam proses belajar mengajar” katanya.

Dia menguraikan bahwa Semnas tersebut menghadirkan beberapa orang pembicara seperti Dr. Hirsanudin, SH., M.Hum selaku Dekan FH, Dr. AA Rai Sita Laksmi, M.Si selaku Direktur Pascasarjana Universitas Warmadewa Denpasar dan Dr. M. Rifqinizamy Karsayuda, SH., LL.M selaku anggota DPR RI.

Prof. Zainal juga menjelaskan bahwa Asosiasi MIH dicetuskan oleh beberapa Universitas di wilayah Indonesia Timur beberapa bulan yang lalu dan dihajatkan sebagai embrio untuk merintis Asosiasi yang lebih luas dan permanen yang direncanakan bulan Maret mendatang.

“Pekerjaan merintis ini memang cukup berat tapi semua kita lakukan untuk meningkatkan kualitas kita masing-masing” ungkapnya.

Selain Semnas, dia mengatakan bahwa acara tersebut juga akan dirangkai dengan kegiatan Debat dan Workshop Penulisan Jurnal Ilmiah bidang Ilmu Hukum.

“Apalagi ketentuan di Unram sekarang, syarat untuk bisa yudisium adalah membuat Jurnal dari Tugas Akhir dan harus di publish di jurnal nasional dan internasional” terangnya.

Sementara itu, Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum mengapresiasi kegiatan ilmiah tersebut dan berharap Asosiasi MIH yang diprakarsai oleh wilayah timur Indonesia itu bisa menjadi embrio bagi terbentuknya MIH seluruh Indonesia.

“Melalui acara ini kita berupaya untuk senantiasa mengingatkan mahasiswa untuk senantiasa menjaga Negara kita” tuturnya.

Prof. Husni juga mengingatkan mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut bahwa NKRI dibangun diatas keberagaman dan mengajak mereka untuk menjaga keberagaman tersebut dengan menjaga persatuan agar bisa menjadi bangsa yang unggul, kokoh dan kuat.

“Saya mengajak kepada kaum milenial untuk menjaga kebhinekaan ini dengan memiliki sikap toleran untuk menghargai kelompok ataupun keyakinan pihak lain, tidak merasa benar sendiri, tidak eksklusif dengan menganggap golongan/kelompoknya yang paling hebat dan hindari cara-cara kekerasan atau anarkisme (ketika menemukan perbedaan pendapat, red.)” pesannya.