Mataram, Universitas Mataram – Universitas Mataram (Unram) menggelar acara Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis Ke-57 di gedung Dome Universitas Mataram, Rabu (2/10).

Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH.,M.Hum dalam pidatonya menjelaskan bahwa Inti dari peringatan Dies Natalis Unram adalah perenungan diri untuk melakukan introspeksi menilai perjalanan lembaga, “hingga kemudian kita bisa merancang sekaligus melangkah bersama melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan untuk kemajuan lembaga”, terangnya.

“Di dalam Grand Design Pengembangannya, Unram mencanangkan untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi berbasis riset berdaya saing internasional tahun 2025” ungkap Prof. Husni.

Prof. Husni menjelaskan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut Unram telah melaksanakan proses pendidikan tinggi berstandar mutu nasional berbasis riset yang kuat untuk menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu dan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan pada hasil riset untuk memberikan kontribusi dalam memecahkan berbagai persoalan.

Lebih jauh Prof. Husni memaparkan bahwa Unram juga telah membangun jaringan kerjasama yang luas dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berstandar mutu nasional dan internasional, melaksanakan tata kelola aset keuangan dan administrasi yang memenuhi standar tata kelola Universitas yang baik, efisien, efektif, transparan dan akuntabel (Good University Governance).

Di Usianya yang ke-57 ini Unram memiliki posisi yang cukup baik di level nasional.  Hal ini dapat diketahui dari hasil klasterisasi perguruan tinggi oleh Kemenristekdikti pada bulan Agustus 2019 lalu yang menempatkan Unram pada klaster ke-2 dari 5 klaster yang ada. Selain itu berdasarkan perangkingan yang dilakukan oleh Webometrics pada bulan Juli 2019 Unram menduduki posisi ke-22 dari 4.741 PTN/PTS yang ada di Indonesia. Posisi UNRAM meningkat secara signifikan dari peringkat ke-27 pada tahun 2018.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Zulkiflimansyah, SE., M.Sc mengapresiasi terselenggaranya rapat senat terbuka dalam rangka Dies Natalis Unram ke-57 serta menyampaikan pujiannya atas prestasi-prestasi yang berhasil ditorehkan oleh Mahasiswa Unram.

“Sudah saatnya Unram mereformasi diri secara internal untuk mengaktualisasi perubahan karena lingkungan sama sekali berubah” pesan Dr.Zulkiflimansyah.

Dr. Zulkiflimansyah juga menyampaikan apresiasinya pada produk-produk hasil riset Unram yang  dinilai inovatif dan memiliki peluang pasar yang besar jika masuk ke dunia bisnis mengingat Unram saat ini juga telah memilki Inkubator Bisnis Teknologi dan Inovasi.

“Saya harapkan saat ini Unram tidak lagi bangga karena telah melahirkan Gubernur, Bupati, Dosen ataupun Doktor, sebab suatu saat disamping itu semua Unram akan menjadi gudang yang dapat melahirkan pengusaha-pengusaha kelas dunia”  tutur Dr.Zulkiflimansyah M.Sc.

Dr.Zulkiflimansyah mengingatkan bahwa Unram harus mempertegas diri di usianya yang saat ini sudah menginjak usia 57 tahun. Dia mengingatkan jangan sampai membawa kesan bahwa Unram sudah seperti orang sepuh, namun harus membawa pesan semangat inovasi dan pengabdian yang tinggi sebab muda bukan ditentukan oleh hitungan angka pada usia namun pada semangat dalam jiwa dan perasaan.

“Selamat Ulang Tahun pada Universitas Mataram terus mengalir sampai jauh mendistribusikan harapan bukan saja untuk NTB Gemilang tapi juga untuk Indonesia dan dunia yang jauh lebih baik dimasa yang akan datang” pungkas Dr.Zulkiflimansyah.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Prof. Dr.dr.Fachmi Idris, M.Kes yang diminta menyampaikan orasi Ilmiah dengan tema Jaminan Kesehatan Nasional Di Era Revolusi 4.0 mengatakan bahwa saat ini BPJS sedang berusaha membangun pelayanan yang berbasis Internet of Things. Dia juga mengajak mahasiswa untuk mengembangkan aplikasi kesehatan yang datanya dapat ditempatkan di cloud BPJS.

Prof. Fachmi juga mengapresiasi dan menyambut baik keinginan Klinik Pratama dan RS Unram untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Dia berharap dengan kerjasama tersebut dapat terjalin komunikasi yang baik dalam penyediaan pelayanan kesehatan sehingga dapat memberikan kualitas pengabdian dan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.