Rektor Unram Kumpulkan Para Guru Besar Untuk Menggerakkan Unram Sebagai Episentrum Dampak

Mataram, Universitas Mataram — Universitas Mataram (Unram) menegaskan komitmennya untuk menjadi kampus berdampak melalui penguatan peran strategis guru besar dalam menjawab tantangan lokal, nasional, hingga global. Melalui agenda bertajuk “Orkestrasi Intelektual Guru Besar: Menggerakkan Unram Sebagai Episentrum Dampak”, Unram mengonsolidasi kekuatan intelektual sebagai motor penggerak transformasi perguruan tinggi.
Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. dalam sambutannya menekankan bahwa guru besar bukan hanya penjaga tradisi akademik, tetapi juga agen perubahan yang memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Orkestrasi ini bukan hanya pertemuan akademik, tetapi gerakan kolektif untuk memastikan bahwa keilmuan yang lahir dari Unram mampu menjawab persoalan riil dan memberikan dampak yang terukur. Guru besar adalah ilmuan yang diakui kapasitas intelektualnya oleh negara sehingga diberikan tunjangan yang cukup tinggi. Sehingga wajar apabila negara menagih kontribusinya dalam perbaikan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini adalah momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta mengakselerasi hilirisasi riset dan pengabdian kepada masyarakat. Guru besar didorong untuk menjadi episentrum inovasi dengan menghasilkan karya-karya yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan berdampak lansung.
Melalui orkestrasi ini, Unram berkomitmen untuk:
a) Menguatkan kolaborasi antara guru besar lintas bidang ilmu
b) Mendorong riset yang solutif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat
c) Mempercepat hilirisasi penelitian menjadi inovasi nyata
d) Menjadikan Unram sebagai pusat rujukan keilmuan dan kebijakan
Kampus berdampak akan terwujud melalui kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan dan masyarakat. Misalnya pembangunan ekonomi desa berbasis inovasi dengan pilar utama produk, inovasi, dan pemasaran akan melibatkan sinergi dari 5 elemen utama (penta helix). Pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator menyediakan regulasi pendukung (BUMDES, UMKM, dll), dana awal, izin usaha, legalitas produk, dan akses pasar.
Kampus menjadi pusat inovasi dan pendampingan berperan dalam penguatan SDM, riset potensi daerah, penguatan produk, transfer teknologi, pelatihan manajemen bisnis, monev, dll. Dalam hal ini Unram menganggarkan ratusan juta perkelompok untuk kegiatan ini. Dunia usaha memastikan hilirisasi hasil riset sekaligus memastikan relevansi dengan pasar.
Secara spesifik, dunia usaha bertugas untuk membeli produk, standarisasi produk, membuat jaringan distribusi, branding, serta membangun kemitraan bisnis. Sedangkan lembaga pembiayaan memberikan akses modal untuk pengembangan inovasi dan kewirausahaan, pembiayaan startup usaha, edukasi literasi keuangan, dll. Sementara masyarakat desa akan menjadi penerima manfaat yang akan menjaga keberlanjutan program.
Jika program ini berjalan dengan baik, maka program ini akan benar-benar memberikan dampak. Oleh karena itu, untuk memastikan ketercapaian tujuan program ini, Unram juga akan menempatkan mahasiswa KKN, serta pengabdian dosen sebagai penopang.
Langkah ini sejalan dengan visi Unram sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global, sekaligus berakar kuat pada kebutuhan dan potensi lokal. Dengan demikian, Unram optimis mampu menjadi episentrum dampak–tempat lahirnya gagasan besar, inovasi strategis, dan solusi berkelanjutan bagi masa depan bangsa.
