Unram Berkolaborasi Menjaga Masa Depan Laut Melalui Aksi Nyata Pelatihan Coral Spawning

Published On: 24 April 2026By Tags: , , , ,

Mataram, Universitas Mataram — Fenomena coral spawning merupakan salah satu proses ekologis paling penting dalam siklus hidup terumbu karang. Dalam kondisi lingkungan tertentu terutama dipengaruhi oleh fase bulan, suhu, dan kualitas perairan, karang secara serentak melepaskan gamet ke kolom air sebagai bagian dari strategi reproduksi massal. Peristiwa ini tidak hanya menjadi indikator kesehatan ekosistem, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan pendekatan restorasi berbasis proses alami.

Terumbu karang memiliki peran strategis dalam menopang keanekaragaman hayati laut, menyediakan jasa ekosistem, serta mendukung ketahanan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Namun demikian, tekanan akibat perubahan iklim global, peningkatan suhu permukaan laut, serta aktivitas antropogenik telah menyebabkan degradasi ekosistem karang secara signifikan.

Dalam konteks ini, pendekatan berbasis sains seperti pemanfaatan fenomena coral spawning menjadi semakin relevan dalam mendukung upaya konservasi dan restorasi. Salah satu inisiatif yang mendorong penguatan kapasitas dalam bidang ini adalah program COSMARINDO (Coral Spawning Monitoring and Awareness for Restoration Network Indonesia) yang dilaksanakan melalui kerja sama Prodi Kelautan Universitas Mataram dengan Luminocean. Program ini dirancang sebagai platform kolaboratif yang mengintegrasikan kegiatan monitoring, peningkatan kapasitas, serta implementasi berbasis lapangan dalam konteks konservasi terumbu karang di Indonesia.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan online workshop pada Januari 2025 (lihat berita lengkapnya https://bit.ly/CoralIdentificationWorkshop2025 ) yang membahas dasar teoritis tentang reproduksi karang. Kegiatan ini dilanjutkan dengan workshop tatap muka di Universitas Mataram pada Mei 2025, yang menghadirkan Douglas Fenner dalam sesi identifikasi karang. Workshop ini berperan penting dalam meningkatkan pemahaman taksonomi karang sebagai dasar dalam interpretasi dinamika reproduksi di alam.

Tahapan berikutnya adalah pelatihan intensif yang dilaksanakan pada November 2025 di Banda Neira, dengan melibatkan berbagai universitas di Indonesia. Kegiatan ini menitikberatkan pada pengalaman langsung di lapangan, termasuk observasi waktu spawning, dokumentasi visual, serta pemahaman faktor lingkungan yang mempengaruhi keberhasilan reproduksi karang. Pendekatan lintas institusi dalam pelatihan ini turut memperkuat jejaring akademik dan praktisi dalam bidang konservasi laut.

Implementasi hasil pelatihan kemudian dilaksanakan pada April 2026 di Gili Asahan, melalui kolaborasi dengan Seachange Indonesia. Kegiatan ini menjadi bentuk aplikasi langsung dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh, melalui monitoring coral spawning, observasi lapangan, serta eksplorasi potensi restorasi berbasis reproduksi alami. Implementasi ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dalam beberapa siklus kegiatan sepanjang tahun 2026, sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam mendukung keberlanjutan ekosistem terumbu karang.

Di tingkat institusi, kegiatan ini diinisiasi dan dikoordinasikan oleh Mahardika Rizqi Himawan, S.I.K., M.Si dan Wiwid Andriyani Lestariningsih, S.Si., M.Si selaku dosen dari Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Mataram. Keterlibatan mahasiswa juga menjadi peran aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari workshop, pelatihan lapangan, hingga implementasi dan hal tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam program ini. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai calon peneliti yang diharapkan mampu mengembangkan topik coral spawning menjadi penelitian tugas akhir.

Integrasi kegiatan pelatihan dengan pengembangan riset mahasiswa diharapkan dapat memperkuat basis data ilmiah sekaligus mendorong lahirnya penelitian-penelitian baru di bidang ekologi terumbu karang, khususnya yang berkaitan dengan dinamika reproduksi dan restorasi berbasis sexual recruitment. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kapasitas praktis, tetapi juga pada pengembangan ilmu pengetahuan yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, pelaksanaan pelatihan coral spawning dalam program COSMARINDO mencerminkan pendekatan berbasis sains yang terintegrasi dengan aksi nyata di lapangan. Upaya ini menegaskan bahwa konservasi terumbu karang memerlukan sinergi antara penelitian, pendidikan, dan implementasi. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan masa depan ekosistem laut Indonesia dapat tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

 

Penulis: Wiwid Andriyani Lestariningsih