Unram Fasilitasi Peserta Disabilitas, UTBK-SNBT 2026 Berjalan Inklusif

Mataram, Universitas Mataram — Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Mataram (Unram) kembali menunjukkan komitmen kampus dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi yang inklusif. Tahun ini, tercatat sebanyak 14.581 peserta mengikuti UTBK di Unram, termasuk lima peserta disabilitas dengan beragam kebutuhan khusus.

Kelima peserta tersebut terdiri dari penyandang tunadaksa, tunarungu, dan tunanetra. Untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan optimal, Unram melalui Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) telah menyiapkan fasilitas ujian khusus, serta pendampingan oleh panitia selama proses berlangsung.

Salah satu peserta disabilitas yang mengikuti UTBK-SNBT di Unram adalah Alwa Suci Ristiyani, atau yang akrab disapa Alwa, penyandang tunadaksa asal Kediri, Desa Gelogor. Ditemui pada Rabu, 22 April 2026 di UPA TIK Unram, Alwa menceritakan perjuangannya dalam mempersiapkan diri menghadapi UTBK.

Ia mengaku mulai kembali serius belajar setelah tidak lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). “Sebenarnya saya mulai belajar itu dua hari setelah ketolak SNBP. Tapi sebelumnya sudah nyicil dari awal kelas 12, cuma sempat burnout. Setelah pengumuman itu, saya langsung bangkit lagi dan berusaha semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Alwa memilih Program Studi Teknik Informatika karena ketertarikannya pada bidang komputer. Ia menyadari tingginya persaingan di program studi tersebut, namun tetap optimistis dengan usaha yang telah dilakukan. “Kalau matematika memang lemah, tapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menjawab soal perhitungan,” tambahnya.

Di akhir wawancara, Alwa juga membagikan pesan penyemangat bagi peserta lain yang akan mengikuti ujian. “Semangat ya, babat soalnya. Kalau bisa jangan stuck di satu soal saja, enjoy aja,” ujarnya.

Pelaksanaan UTBK-SNBT ini sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Mataram dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan), melalui penyediaan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan setara bagi seluruh calon mahasiswa.