Unram Gelar Karantina Publikasi Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi Tahun 2026

Published On: 8 Juli, 2026By Tags: , , , ,

Mataram, Universitas Mataram — Universitas Mataram (Unram) menggelar kegiatan Karantina Publikasi Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi Tahun 2026 pada Rabu, 8 Juli 2026 hingga Kamis, 9 Juli 2026 di Prime Park Hotel Mataram.

Acara yang diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram melalui Rumah Publikasi ini dihadiri langsung oleh Rektor Unram, Ketua LPPM, Sekretaris LPPM beserta jajaran Kepanitiaan, Tim Rumah Publikasi, serta para peserta yang terdiri dari jajaran dosen dan mahasiswa pascasarjana.

Dalam laporan pembukaannya, Ketua Panitia, Mamika Ujianita Romdhini, S.Si., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa istilah karantina sengaja dipilih sebagai bentuk komitmen untuk mengasingkan para peserta sejenak dari rutinitas harian kampus.

“Kita mengasingkan diri sejenak agar bisa fokus menyelesaikan draf-draf artikel yang telah ditulis. Kami yakin Bapak/Ibu dosen dan mahasiswa pascasarjana di sini memiliki kapasitas mumpuni. Namun, membutuhkan ruang khusus yang tenang tanpa gangguan lain agar bisa fokus terhadap karya ilmiahnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dilaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 30 orang dosen dan 4 orang mahasiswa pascasarjana. Panitia menetapkan target yang sangat ketat untuk luaran karantina ini. Guna mencapai target tersebut, Rumah Publikasi menerjunkan tim pendamping yang terdiri dari 7 orang untuk mengawal optimasi artikel hingga proses submit selesai, bahkan siap mendampingi jika ada artikel yang memerlukan revisi setelah review hingga dinyatakan accepted.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd  dalam sambutannya memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada LPPM dan Rumah Publikasi atas inisiasi kegiatan ini, serta kepada para peneliti muda dan mahasiswa pascasarjana.

“Saya sangat mengapresiasi karantina ini, karena kegiatan ini adalah langkah yang sangat baik. Untuk sesi berikutnya, saya berharap LPPM dan Rumah Publikasi bisa memetakan karantina khusus bagi teman-teman dosen yang sedang dalam proses percepatan menuju Lektor Kepala dan Guru Besar. Kita harus terus mengawal potensi dosen-dosen muda kita agar luarannya bisa menembus jurnal internasional bereputasi,” tuturnya.

Rektor ke-11 Unram menegaskan bahwa jabatan struktural tidak mengurangi tanggung jawab seorang dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk menghasilkan publikasi ilmiah. Menurutnya, komitmen tersebut perlu terus dijaga sebagai teladan bagi sivitas akademika sekaligus upaya meningkatkan kualitas dan reputasi akademik universitas.

“Bapak/Ibu sekalian, setinggi dan sejauh apapun apapun jabatan akademik yang kita pangku, tugas utama kita sebagai dosen tidak akan pernah lepas dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, mari kita tunjukkan komitmen bersama,” ungkapnya.

Guna mendukung motivasi para peneliti, Prof. Sukardi menegaskan bahwa Unram telah menyiapkan skema insentif publikasi yang komprehensif, mulai dari insentif artikel yang terbit hingga insentif untuk jumlah sitasi.

Prof. Sukardi juga berencana menginstruksikan Direktur Pascasarjana agar mahasiswa S2 dan S3 Unram diwajibkan menghasilkan luaran publikasi ilmiah sejak dini melalui proyek mata kuliah, tanpa harus menunggu tugas akhir selesai.

Melalui program karantina publikasi ini, Unram optimistis dapat mendongkrak capaian kinerja ilmiah universitas secara signifikan. Dengan target peningkatan luaran dari 324 artikel di tahun lalu menjadi 400 hingga 500 artikel internasional bereputasi pada tahun ini, serta mendorong angka sitasi global Unram mencapai target pada akhir Desember mendatang.