Unram Perkuat Implementasi Outcome-Based Education melalui Workshop Rekonstruksi Kurikulum FT Unram

Mataram, Universitas Mataram — Universitas Mataram (Unram) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui implementasi Outcome-Based Education (OBE). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Rekonstruksi Kurikulum Program Studi Teknik Mesin oleh Fakultas Teknik Unram pada Jumat (17/4), bertempat di Hotel Puri Indah, Mataram.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan kurikulum yang diterapkan selaras dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan industri, serta tuntutan kompetensi global.

Dalam sambutannya, Dekan FT Unram, Ir. Muhamad Syamsu Iqbal, S.T., M.T., Ph.D., menegaskan bahwa program studi merupakan ujung tombak implementasi kurikulum di tingkat universitas. Ia menyampaikan bahwa Fakultas Teknik saat ini tengah mengembangkan program magister (S2) sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik. Capaian Program Studi Teknik Industri yang berhasil masuk 10 besar nasional pada jalur SNBP menempati peringkat ke-7 menjadi indikator meningkatnya daya saing fakultas, sekaligus membuka peluang penambahan kuota mahasiswa di masa mendatang.

Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., dalam arahannya menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus memiliki daya saing yang terukur melalui tiga indikator utama, yaitu mampu terserap di dunia kerja, melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, atau menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri. Menurutnya, bidang teknik memiliki potensi besar dalam menjawab tantangan tersebut karena karakter keilmuannya yang aplikatif dan dekat dengan kebutuhan industri.

Lebih lanjut Prof. Sukardi menegaskan bahwa kurikulum perlu diselaraskan dengan daya saing lulusan dan kebutuhan dunia kerja serta industri, melalui penguatan transformasi akademik, kemitraan dengan BUMN dan sektor industri, kewajiban magang dan pengalaman lapangan, pengembangan hard skills, soft skills, dan digital skills, serta didukung kepemilikan sertifikat kompetensi oleh mahasiswa.

Rektor Unram ke-11 itu turut menekankan pentingnya membangun co-creation antara perguruan tinggi dan dunia industri agar mahasiswa memiliki konektivitas yang kuat dengan dunia kerja. “Relevansi antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri harus menjadi perhatian utama. Ini perlu didukung dengan penguatan kerja sama bersama BUMN, dunia industri, dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rektor mendorong penguatan aspek pendukung, seperti pengembangan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa sebelum lulus, serta partisipasi dalam kompetisi nasional maupun internasional. Langkah ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan diri sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.

Selain itu, ia juga membuka ruang bagi implementasi inovasi dari Fakultas Teknik, termasuk dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi di lingkungan kampus sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.

Workshop ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan kurikulum berbasis OBE dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, selaras dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran Unram dalam mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, dan berdampak.