{"id":18870,"date":"2021-03-29T14:52:51","date_gmt":"2021-03-29T06:52:51","guid":{"rendered":"https:\/\/unram.ac.id\/?p=18870"},"modified":"2021-05-09T16:00:36","modified_gmt":"2021-05-09T08:00:36","slug":"unram-dorong-percepatan-guru-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/unram.ac.id\/id\/berita\/unram-dorong-percepatan-guru-besar\/","title":{"rendered":"Unram Dorong Percepatan Guru Besar"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_18874\" style=\"width: 775px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/unram.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Thumb-image1.jpg\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-18874\" class=\"lazyload wp-image-18874 size-full\" src=\"https:\/\/unram.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Thumb-image1.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/unram.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Thumb-image1.jpg\" alt=\"Unram Dorong Percepatan Guru Besar\" width=\"765\" height=\"510\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27765%27%20height%3D%27510%27%20viewBox%3D%270%200%20765%20510%27%3E%3Crect%20width%3D%27765%27%20height%3D%27510%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/unram.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Thumb-image1-200x133.jpg 200w, https:\/\/unram.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Thumb-image1-300x200.jpg 300w, https:\/\/unram.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Thumb-image1-400x267.jpg 400w, https:\/\/unram.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Thumb-image1-600x400.jpg 600w, https:\/\/unram.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Thumb-image1.jpg 765w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 765px) 100vw, 765px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-18874\" class=\"wp-caption-text\">Unram Dorong Percepatan Guru Besar<\/p><\/div>\n<p><strong>Mataram, Universitas Mataram<\/strong> &#8211;\u00a0 Universitas Mataram (Unram) terus berupaya menambah jumlah guru besar. Berbagai terobosan juga telah dilakukan untuk percepatan guru besar. Mulai dari penyederhanaan dan pemangkasan birokrasi yang sebelumnya dua tingkat di tingkat fakultas dan universitas, menjadi satu tingkat saja menjadi tingkat fakultas. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Rektor Unram Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum dalam acara pengukuhan guru besar di ruang Sidang Senat Gedung Rektorat Unram dan disiarkan secara daring melalui kanal <em>Youtube<\/em> Universitas Mataram, Kamis (25\/3).<\/p>\n<p>\u201cTujuannya agar menjadi lebih efektif dan efisien,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Rektor kampus nomor satu di NTB ini mengaku jumlah professor (guru besar) di Unram memang terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada tahun 2020 saja, tercatat ada 8 orang tambahan guru besar. Sehingga ia mengharapkan jumlah professor akan terus meningkat signifikan setiap tahunnya. Karena semakin besar rasio guru besar maka reputasi Perguruan Tinggi akan semakin meningkat.<\/p>\n<p>\u201dDengan catatan, Guru Besar memberi nilai tambah dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan keahlian secara terus menerus,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Karena itu, ia mengharapkan kepada para Dekan agar mensukseskan program skema riset percepatan guru besar yang disediakan bagi dosen lektor kepala. Khususnya untuk melakukan penelitian bersama professor yang luarannya berupa publikasi jurnal internasional bereputasi yang akan dipakai sebagai syarat wajib pengusulan guru besar. Dengan menugaskan professor dan lektor kepala untuk melakukan penelitian bersama.<\/p>\n<p>\u201dSelain itu, saya mengharapkan kepada Guru Besar berperan lebih aktif dalam meraih dana-dana penelitian baik pada level nasional maupun internasional. Lebih-lebih program pendanaan yang disediakan oleh Kementerian seperti <em>Matching<\/em> dan <em>Competitive Fund<\/em>,\u201d terangnya.<\/p>\n<h4>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/unram.ac.id\/capaian-dua-tahun-rektor-unram-periode-2018-2022\/\">Capaian Dua Tahun Rektor Unram Periode 2018-2022<\/a><\/h4>\n<p>Diketahui, ada empat orang guru besar yang dikukuhkan dalam acara pengukuhan kali ini. Keempat orang guru besar yang dikukuhkan antara lain <strong>Prof. Dr. H. Zainal Asikin, SH., SU<\/strong> dengan <em>Konsentrasi Hukum Bisnis<\/em> di <a href=\"https:\/\/fh.unram.ac.id\/\">Fakultas Hukum<\/a>, <strong>Prof. Dr. H. M. Arba, SH., M.Hum<\/strong> dengan <em>Konsentrasi Hukum Agraria<\/em> di <a href=\"https:\/\/fh.unram.ac.id\/\">Fakultas Hukum<\/a>,<strong> Prof. Dr. H. Sudiarto, SH., M.Hum<\/strong> dengan <em>Konsentrasi Hukum Bisnis<\/em> di <a href=\"https:\/\/fh.unram.ac.id\/\">Fakultas Hukum<\/a> dan <strong>Prof. Dr. I Wayan Suana, S.Si., M.Si<\/strong> dengan <em>Konsentrasi Biologi<\/em> di <a href=\"http:\/\/mipa.unram.ac.id\/\">Fakultas MIPA<\/a>. Keempat guru besar yang dikukuhkan ini menaikkan jumlah guru besar Unram menjadi 64 orang.<\/p>\n<p>\u201dSemoga dengan bertambahnya jumlah professor (Guru Besar), kinerja institusi (Unram) akan lebih baik lagi, lebih-lebih di tengah persaingan global di era disrupsi ini,\u201d tandasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mataram, Universitas Mataram &#8211;\u00a0 Universitas Mataram (Unram) terus berupaya menambah jumlah guru besar. Berbagai terobosan juga telah dilakukan untuk percepatan guru besar. Mulai dari penyederhanaan dan pemangkasan birokrasi yang sebelumnya dua tingkat di tingkat fakultas dan universitas, menjadi satu tingkat saja menjadi tingkat fakultas. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Rektor Unram Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum dalam acara pengukuhan guru besar di ruang Sidang Senat Gedung Rektorat Unram dan disiarkan secara daring melalui kanal Youtube Universitas Mataram, Kamis (25\/3). \u201cTujuannya agar menjadi lebih efektif dan efisien,\u201d tuturnya. Rektor kampus nomor satu di NTB ini mengaku jumlah professor (guru besar) <a href=\"https:\/\/unram.ac.id\/id\/berita\/unram-dorong-percepatan-guru-besar\/\"> [&#8230;]<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":18873,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[323,311,324,293],"class_list":["post-18870","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-fakultas-hukum","tag-guru-besar","tag-mipa","tag-pengukuhan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unram.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18870","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unram.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/unram.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unram.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unram.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18870"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/unram.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18877,"href":"https:\/\/unram.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18870\/revisions\/18877"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unram.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18873"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unram.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/unram.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/unram.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}