Mataram, Universitas Mataram – Tim Pemeriksa Khusus Covid-19 Rumah Sakit Universitas Mataram (RS Unram) melakukan pemeriksaan rapid test dan swab test pada Jajaran pimpinan Universitas di ruang tamu Rektor Gedung Rektorat Unram, Rabu (13/5) pagi.

Jajaran pimpinan unram yang melakukan tes tersebut meliputi Rektor, Ketua Senat, para Wakil Rektor, kepala Biro, kepala UPT, Dekan, Wakil Dekan dan Ketua Prodi dengan total 14 orang.

Kepala Staff Medis Telinga, Hidung, Tenggorok dan Bedah Kepala Leher (KSM THTKL) RS Unram dr. Didit, Yudhanto, Sp. T.H.T.K.L., M.Sc  menjelaskan bahwa pelaksanaan pemeriksaan tersebut telah sesuai dengan standar Kemenkes RI baik pada petugas yang telah menggunakan APD level 3 maupun pada teknik pengambilan sampelnya.

“Pemeriksaan rapid test kami menggunakan sampel serum, dimana prosesnya darah vena akan disentrifugasi di laboratorium, baru diperiksa,” tuturnya.

Adapun untuk swab test, dr. Didit menjelaskan bahwa itu dilakukan dengan mengambil swab Nesofaring dan Orofaring, hingga kemudian dilakukan ekstraksi RNA virus n-COV-2 (COVID-19) lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan rtPCR di laboratorium Patologi Klinik RS Unram.

“Namun demikian, pemeriksaan rapid test antibodi (menggunakan sampel darah, red.) dan/atau rapid test antigen (menggunakan swab nasofaring/orofaring. red.) hanya merupakan screening (penyaringan, red.) awal, hasil pemeriksaan rapid test antibodi dan/atau rapid test antigen harus tetap dikonfirmasi dengan menggunakan rtPCR,” tegasnya.

Dia juga mengatakan jika data identitas dan data penyakit komorbid (penyakit penyerta) dari ke-14 orang pimpinan yang melakukan tes sudah lengkap, maka hasil tes akan keluar dalam 2 atau 3 hari mendatang. Dengan catatan tidak ada sampel yang harus segera dikerjakan seperti sampel yang dikirim dari jauh yang membutuhkan waktu beberapa hari.

“Untuk pimpinan lain yang belum melakukan tes, dapat ke RS Unram sesuai arahan Direktur RS Unram dan WR II” katanya.

Wakil Rektor bidang Umum dan Keuangan (WR II) Unram Prof. Dr. Kurniawan, SH., M.Hum mengungkapkan bahwa pelaksanaan rapid test maupun swab test pada jajaran pimpinan unram dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi para pimpinan serta memberikan perasaan tenang dan nyaman dalam bekerja.

“Kami sangat senang dengan kegiatan ini karena saya yang setiap hari masuk kantor dan masih menerima tamu merasa sangat penting untuk mengetahui kesehatan, sehingga tidak akan merugikan atau membahayakan orang lain lebih-lebih keluarga dirumah” pungkasnya.