Mataram, Universitas Mataram – Menjelang kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin dalam kunjungan kerjanya ke Nusa Tenggara Barat khususnya ke Universitas Mataram (Unram), lapisan TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara beserta Polda NTB menggelar Apel Pasukan Pengamanan VVIP di lapangan Rektorat Unram, Selasa (18/2).

Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP dalam sambutannya mengatakan, pengamanan VVIP selalu dilaksanakan dengan kekuatan dari TNI, POLRI, Pemerintah Daerah dan komponen masyarakat lainnya baik pada event nasional maupun internasional.

“Harus dapat memberikan jaminan keamanan objek yang terbaik dan maksimal” tegasnya.

Dia menegaskan bahwa segala sesuatu yang terkait dengan perencanaan, persiapan, pelaksanaan pengawalan  VVIP harus selalu dimulai dengan sungguh-sungguh dan serius semenjak dari awal dan bukan kegiatan rutinitas.

“Apel gelar pasukan sangat perlu dilakukan untuk mengecek sejauh mana tingkat kesiapan pasukan Satgas Pengamanan VVIP disiapkan baik secara perorangan maupun satuan” bebernya.

“Serta Pemahaman tugas dan tanggung jawab masing-masing unsur Satgas berupa langkah dan tindakan yang diambil dalam mengatasi persoalan harus sesuai dengan prosedur pengamanan VVIP yang berlaku” sambungya.

Selain itu juga dia mengatakan untuk memastikan sinergitas dan kerja sama antar unsur pengamanan yang terlibat, manfaatkan sebagai sarana untuk berkordinasi dan berkomunikasi antar unsur pengamanan. Utamanya untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan menghindari kesalahan sekecil apapun dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Agar pelaksanaan pengamanan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan, maka saya sampaikan beberapa penekanan yang harus dipedomani oleh seluruh unsur pengamanan” pesannya.

Dia menekankan lima hal penting dan mendasar yakni pertama, memahami prosedur pengamanan VVIP,  kedua, memegang teguh disiplin dengan memahami rantai komando yang efektif dan efisien, ketiga, meningkatkan kepekaan dan jangan lengah terhadap situasi yang berkembang, keempat, jangan ragu dalam bertindak dan meningkatkan kordinasi secara optimal, serta yang kelima, mencermati dan mengikuti perkembangan situasi secara terus-menerus serta melaporkan setiap perkembangannya.

“Semua penekanan yang saya sampaikan hendaknya harus difahami dan dipedomani serta dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga kegiatan kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia ke Nusa Tenggara Barat berlajalan dengan sukses, aman dan tertib” pungkasnya.