Mataram, Universitas Mataram – Panitia Dies Natalis Universitas Mataram (Unram) ke-58 menggelar acara Webinar Series yang mengusung tema “Refleksi Peran Unram Dari Masa Ke Masa Menuju Kematangan Intelektual Dalam Menunjang Pembangunan Nasional” yang digelar melalui Zoom Meeting dan kanal resmi Youtube Universitas Mataram, Kamis (1/10) lalu.

Mewakili Rektor Unram, Agusdin SE., MBA., DBA selaku Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka mensosialisasikan kontribusi Unram kepada masyarakat dari masa kemasa selama tiga generasi. Generasi pertama oleh Prof. Dr. dr. Mulyanto, generasi kedua diwakili Prof. Ir. Muhammad Sarjan, M.Agr.CP., Ph.D dan generasi ketiga atau mewakili generasi millennial oleh Prof. Dr. Eng. I Gede Pasek Sutawijaya, ST., MT. serta Eka Sunarwidhi, S.Si., M.Sc., Ph.D.

Agusdin menuturkan berbagai peran dan kontribusi Unram untuk membangun dan memajukan masyarakat adalah inti dari materi yang akan disampaikan oleh para cendikiawan Unram tersebut.  Selain itu tentu semua capaian tersebut adalah untuk meraih visi Unram untuk menjadi Universitas yang berdaya saing internasional tahun 2025, ujarnya.

“Bagaimana peran Unram tidak hanya menjadi menara gading di Universitas tapi juga menjadi mercusuar bagi lingkungan baik bagi masyarakat NTB, secara nasional maupun global, dan harapan saya atas nama lembaga, agar segenap civitas akademika memberikan dukungan penuh dan bisa berkontribusi secara optimal dalam rangka mencapai visi Universitas Mataram,” serunya.

Prof. Dr. dr. Mulyanto sebagai narasumber pertama mengatakan berbagai penelitian telah dilakukan Fakultas Kedokteran (FK) Unram untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Beberapa penelitian diantaranya adalah penelitian dibidang farmakologi, fisiologi dan imunologi.  Termasuk juga penelitian mengenai kesehatan masyarakat, seperti darah tinggi, gangguan jantung, stroke dan lain-lain.

“Baru-baru ini, Fakultas kedokteran Unram berperan sangat besar dalam pengembangan prototipe rapid test RI-GHA Covid-19 yang telah dilaunching oleh Bapak Jokowi,” ungkapnya.

Tak kalah menariknya, Eka Sunarwidhi, S.Si., M.Sc., Ph.D selaku peneliti dibidang Biologi Kelautan mengungkapkan hasil riseytnya yang saat ini berfokus pada pengkajian potensi rumput laut sebagai antikanker. Doktor muda Program Studi (Prodi) Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unram itu mengembangkan senyawa fucoidan dari rumput laut Indonesia sebagai obat alami antikanker melalui penghambatan aktifitas metastasis pada sel kanker payudara.

“Hasil penelitian itu diharapkan dapat berkontribusi dalam mencari solusi pengobatan kanker dengan memanfaatkan bahan alam yang tersedia di Indonesia,” jelasnya.

Berkat kejeniusannya itu, dia berhasil menerima penghargaan ITSF Award (Indonesian Toray Scientist Foundation) ke-25 pada bulan Maret 2019 lalu. Tak hanya kanker payudara, dirinya juga mengaku tengah melakukan uji coba pada sel kanker serviks/leher rahim, kanker ginjal dan beberapa jenis sel kanker lainnya.

Sementara itu Prof. Ir. Muhammad Sarjan, M.Agr.CP., Ph.D juga menjelaskan hasil penelitiannya dalam mengembangkan dan memproduksi benih kentang bersertifikat nasional di kawasan Sembalun. Menurutnya, permintaan kentang saat ini terus meningkat mengingat kentang telah menjadi sumber pangan karena perubahan pola konsumsi dan meluasnya pariwisata di daerah yang menjajakan kentang sebagai salah satu kulinernya.

“Ketersediaan benih kentang nasional kurang dari 10% dari kebutuhan benih dan hanya 8,3% yang dapat dipenuhi dengan benih nasional bersertifikat,” urainya.

Hasil risetnya selama enam tahun terakhir berbuah manis. Pada tahun 2018, Dia dan timnya membentuk Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PBBT) Benih Kentang Bersertifikat, untuk memproduksi dan komersialisasi benih kentang di pulau Lombok melalui stek pucuk berulang dan teknik hidroponik. Saat ini pula sudah muncul perusahaan Sembalun Jaya Agro untuk memproduksi benih kentang bersertifikat.

“Peluang potensial selanjutnya adalah menumbuhkan stek di dataran rendah di berbagai tempat sebagai cikal bakal benih kentang bersertifikat, karena selama ini budi daya hanya dikembangkan didataran tinggi dan dataran medium saja (Sembalun, red.),” katanya.

Kontribusi Unram dibidang teknologi informasi juga tak kalah menarik perhatian. Prof. Dr. Eng. I Gede Pasek Sutawijaya, ST., MT membuat aplikasi yang berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menciptakan internet sehat. Aplikasi berbasis AI yang dinamainya dengan aplikasi Porn-Away itu berfungsi untuk mengkarantina gambar dan video porno pada perangkat cerdas (Smart Phone) android.

“Aplikasi berbasis AI untuk berinternet sehat ini menggunakan sistem yang mengekstraksi fitur (pada gambar dan video, red.), sehingga apabila aplikasi menangkap konten negatif maka konten itu akan dikarantina,” terangnya.

Tak hanya itu, Dosen Teknik Informatika Unram tersebut juga telah mengembangkan aplikasi berbasis AI untuk mendignosa penyakit THT. Aplikasi yang dikembangkannya bersama Dekan FK Unram serta para peneliti Unram lainnya itu mampu mendeteksi hingga 19 jenis penyakit THT.