Mataram, Universitas Mataram –Mantan Rektor Universitas Andalas (Unand) Prof. Dr. Tafdil Husni, SE., MBA beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Universitas Mataram (Unram), Jumat (29/11) lalu.

Dalam kunjungan kerja sekaligus silaturahmi yang bertempat di ruang Sidang Rektor tersebut, Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum menyampaikan keadaan Unram saat ini yang memiliki 32.642 orang mahasiswa yang tersebar di 9 Fakultas, 13 Program Pascasarjana, 1 Program Doktoral, 5 Program Vokasi dan 3 Program Studi (Prodi) dibawah Rektor yang akan diinisiasi untuk menjadi Fakultas.

“Perkembangan Unand sangat pesat, terakhir bisa menyalip ITB dalam hal kinerja penelitian” puji Prof. Husni.

Prof. Husni juga menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Unand yang berhasil masuk klaster satu dari klaster dua pada klasterisasi pendidikan tinggi oleh Kemenristekdikti.

“Kami sangat membutuhkan kiat-kiat Unand bisa masuk dari klaster dua jadi klaster satu dan dalam kinerja riset maupun pengabdian kepada masyarakat sangat menggemberikan” katanya.

Menjawab pernyataan Rektor Unram, Prof Tafdil mengatakan bahwa dia dan jajarannya pertama-tama melakukan perbaikan dari segi akademik dan meningkatkan kualitas SDM tenaga pendidik (Dosen). Karena peningkatan kualitas SDM dosen akan berimplikasi pada kualitas hasil penelitian.

Peningkatan kualitas SDM itu dilakukan dengan kampus memberikan beasiswa pendidikan kepada para dosen sehingga mereka bisa menempuh Program Doktoral di luar negeri seperti ke Jepang atau Malaysia.

“Kami dorong mereka untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri” jelas Prof. Tafdil

Mantan Rektor Unand itu menjelaskan bahwa selain dapat meningkatkan SDM dosen, dosen yang melanjutkan program doktoral ke luar negeri juga memberi implikasi berupa terbangunnya jaringan atau relasi antara Unand dengan kampus-kampus diluar negeri.

“Kami juga memberikan bantuan dana riset untuk percepatan guru besar dan diluar ini kami buat 10 sampai 15 % dana di fakultas untuk membiayai riset Doktor maupun dosen S2 difakultas tersebut” imbuhnya.

Prof. Tafdil mengatakan bahwa Unand terus mendorong semua dosen Unand untuk melakukan publikasi ilmiah hasil penelitian mereka dalam bentuk jurnal internasional yang bereputasi.

“Namun kami memberikan dana tidak secara gratis, ada rivewer nya, ada SOP nya berdasarkan standar yang dibuat kemenristekdikti” tukasnya.