Mataram, Universitas Mataram – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan Universitas Mataram (LPMP2 Unram) bekerjasama dengan Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI) menggelar acara Workshop Penjaminan Mutu yang mengangkat tema “Membangun Budaya Mutu Internasional Perguruan Tinggi Negeri di Kawasan Timur Indonesia” di Hotel Kila Senggigi, Sabtu (15/2) kemarin.

Rektor Unram Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum mengatakan bahwa Workshop tersebut digelar dalam rangka membahas secara lebih mendalam terkait dengan program Merdeka Belajar yang diusung oleh Mendikbud.

“Melalui forum ini tentunya akan kita bicarakan secara bertahap, tentunya menunggu pelaksanaan petunjuk-petunjuk teknis Kemendikbud” tuturnya.

Dia mengatakan perlu dibahas jumlah mahasiswa yang mengikuti program tersebut dan jumlah Program Studi (Prodi) yang sudah menyediakan kebijakan itu meliputi kebolehan mahasiswa untuk memilih Mata Kuliah di Prodi lain atau mahasiswa memilih Mata Kuliah di Perguruan Tinggi lain termasuk magang dan sejenisnya maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Tema yang diangkat dalam workshop ini sangat menarik mengingat salah satu kebijakan dari Mendikbud yang berkaitan dengan program Merdeka Belajar adalah dengan berupa pengakuan dari Prodi yang telah terakreditasi Internasional yang akan diberi nilai unggul A, sepanjang akreditasi tersebut diakui oleh Kementrian” bebernya.

Karena itulah menurutnya, kegiatan workshop tersebut menjadi sangat penting mengingat Universitas Hasanudin (Unhas) Makasar dimana Tim Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (Tim SPME)nya yang menjadi narasumber dalam acara, begitu maju dalam penjaminan mutu.

“Dan karena memang Unhas juga satu-satunya Perguruan Tinggi dikawasan timur yang PTN PH dengan SDM nya yang sangat memadai” katanya.

Sementara itu, Ketua Presidium KPTN-KTI, Dr. Ellen Kumaat, M.Sc., DEA menyebutkan bahwa anggota KPTN-KTI berjumlah 42 lembaga yang terdiri dari 26 Perguruan Tinggi Negeri dan 16 Politeknik Negeri.

“Namun karena beberapa Rektor anggota KPTN-KTI ada yang berhalangan, maka yang dapat hadir dalam acara kali ini baru sejumlah 21 Universitas atau Perguruan Tinggi saja” terangnya.

Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu mengatakan bahwa dirinya sudah berdiskusi dengan rektor Universitas Hasanudin (Unhas) untuk membantu PTN di kawasan timur Indonesia dalam hal akreditasi.

“Kami berfikir Unhas yang sudah  PTN PH dan satu-satunya dikawasan timur Indonesia juga membantu PTN lain di kawasan timur” ungkapnya.

Terlebih jelasnya, setelah Mendikbud mengeluarkan peraturan tentang akreditasi yang baru, yang sebelumnya 6 Prodi harus terakreditasi Internasional baru PTN tersebut bisa terakreditasi A.

“Jadi kita sangat membutuhkan bantuan atau binaan untuk bisa terakreditasi internasional” jelasnya.

Oleh sebab itu menurutnya,  Workshop akreditasi untuk peningkatan mutu, untuk menaikkan peringkat perguruan tinggi menuju akreditasi Internasional sangat diperlukan.

“Penjaminan mutu buat saya adalah parameter keberadaan suatu institusi” tandasnya.

Dia mengatakan bahwa workshop tersebut memerlukan workshop lanjutan agar dapat diketahui secara lebih gamblang teknis akreditasi dan penjaminan mutu.

“Unhas bisa mengatur agar ada workshop lanjutan yang lebih teknis di Unhas untuk akreditasi Internasional” tutupnya.