Mataram, Universitas Mataram – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram (Unram) menggelar acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (Semnas Saintek) 2019 dengan tajuk “Teknologi dan Rekayasa Ilmu Pengetahuan Berkelanjutan dalam Menghadapi Era Industri 4.0” di Aston In Hotel Mataram, Kamis (3/10).

Pembicara dalam acara tersebut adalah Gubernur NTB Dr. Zulkiflimansyah, SE., M.Sc yang diwakili oleh Asisten 1 (satu) Dra. Hj. Baiq Eva, Prof. Ir.Totok Agung, D.H., M.P., Ph.D dari Universitas Jendral Sudirman, Dedy Suhendra, Ph.D dari Universitas Mataram dan Dr.Veinardi Suendo, S.Si., M.Eng dari Institut Teknologi Bandung.

Ketua panitia acara Dr. Emmy Yuanita, S.Si., M.Si mengungkapkan bahwa kegiatan Semnas Saintek merupakan agenda tahunan yang digelar oleh LPPM Unram yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi para peniliti dan pakar agar mereka bisa berbagi informasi serta gagasan dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan.

“Semnas Saintek 2019 ini merupakan semnas saintek tahun kedua yang akan rutin dilaksanakan yang tujuan khususnya adalah untuk membantu para peneliti terutama di lingkungan Universitas Mataram agar hasil penelitian mereka bisa tercapai dengan optimal ” terang Dr.Emmy.

Dra. Hj. Baiq Eva dalam sambutannya mengomentari tema yang diangkat dalam acara Semnas Saintek tersebut. Dia menjelaskan bahwa revolusi industri 4.0 dengan dukungan pesat di bidang teknologi informasi akan membawa masyarakat pada transisi teknologi yang secara fundamental akan mengubah pola kehidupan sebelumnya dan pola interaksi antara satu dengan yang lain.

Dia mengajak untuk mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain yang sudah lebih dahulu berpacu dengan memanfaatkan iptek untuk menghadapi tantangan zaman sehingga bangsa Indonesia khususnya NTB siap untuk bersaing dengan negara-negara lainnya di era revolusi industri mendatang.

Asisten 1 (satu) itu juga mengungkapkan bahwa Gubernur NTB mendorong seluruh perguruan tinggi termasuk di dalamnya adalah Unram untuk terus memantapkan diri sebagai lembaga pendidikan unggulan menuju Universitas berbasis riset.

“Salah satu program unggulan dari Gubernur dan wakil Gubernur yang sudah tertuang dalam RPJMT 2018-2023 adalah industrialisasi untuk itu diharapkan Universitas Mataram bisa menjadi mitra Pemerintah Daerah untuk menyukseskan program unggulan ini ” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum yang diwakili oleh Wakil Rektor bidang Akademik Agusdin SE., MBA., DBA menjelaskan bahwa Unram telah serius dan tekun dalam menggalakkan kegiatan-kegiatan akademik dalam bentuk seminar, konferensi dan sejenisnya dan juga mendorong pada semua dosen untuk lebih produktif dalam menghasilkan karya-karya ilmiah.

“Dalam waktu dekat kita akan membentuk Center Work Management dan Education Management sehingga nanti semua karya ilmiah mahasiswa maupun dosen akan kita bentuk SOP sehingga bisa ditangani oleh dosen yang telah memiliki track record dalam publikasi nasional maupun internasional ” terang Agusdin.

Lebih jauh Agusdin menerangkan bahwa Unram telah melakukan kontes Inovasi untuk mengeksplor karya-karya inovasi hasil riset dosen maupun mahasiswa Unram yang kemudian terjaring 30 karya inovasi dan 10 diantaranya merupakan karya terbaik yang mendapatkan penghargaan langsung dari Rektor Unram.

Agusdin menjelaskan bahwa suatu karya maupun produk inovasi ini tidak akan disebut produk inovasi jika tidak memiliki tambah atau marketable product.

“jika suatu produk yang dihasilkan oleh dosen itu memberikan nilai tambah ekonomi dan membawa dampak sosial bagi masyarakat maka produk itu sudah bisa dikatakan produk inovasi” tutur Agusdin.

Agusdin mengungkapkan bahwa saat ini Unram telah memiliki Inkubator Bisnis Teknologi dan Inovasi (Kubinov) yang dapat menjadi jembatan antara hasil riset ilmiah dosen atau mahasiswa Unram dengan stakeholder yang memahami kebutuhan industri, sehingga diharapkan dapat berkontribusi dalam memajukan ekonomi baik skala daerah maupun nasional.