Mataram, Universitas Mataram –  Sejak mulai beroperasi bulan Februari 2016 lalu, Rumah Sakit Universitas Mataram (RS Unram) terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan agar menjadi RS unggul dengan pelayanan yang komprehensif untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat sesuai dengan visinya.

Hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh dr. Ahmad Taufik S, Sp.OT selaku direktur RS Unram dalam rapat Penyampaian Prosfek Pengembangan RS Unram di ruang Sidang Rektor, Gedung Rektorat Unram, Senin (9/3).

“Rumah sakit Unram beroperasional tahun 2016, menyandang predikat rumah sakit pendidikan tipe C dengan 55 tempat tidur” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa RS Unram saat ini memiliki 38 orang dokter spesialis dengan keahlian yang lengkap dan 20 poliklinik rawat jalan.

“Jumlah dokter spesialis kita adalah yang terbanyak dibandingkan rumah sakit lain” terangnya.

Dokter Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatologi itu juga memaparkan bahwa sejak bulan Desember 2019 hingga Januari 2020 kemarin, terjadi peningkatan jumlah pasien sekitar 200 % baik pasien rawat jalan maupun rawat inap.

“Jumlah pasien meningkat pesat, bahkan pasien tidak hanya berasal dari wilayah sekitaran mataram, namun juga berasal dari Lombok Barat” bebernya.

Dosen Fakultas Kedokteran Unram itu juga menerangkan, bahwa para dokter spesialis memberikan pelayanan kesehatan dari hari senin hingga hari sabtu.

“Dengan lengkapnya keahlian para dokter spesialis itu, pasien rawat inap kita sekarang rata-rata sudah menempati lebih dari 30 tempat tidur” ungkapnya.

Sehingga untuk mengoptimalkan pelayanan pasien, dia mengatakan bahwa kedepan gedung utama RS Unram perlu dimaksimalkan penggunaannya hingga lantai 6.

“Karena musibah gempa bumi lalu, gedung utama baru difungsikan sampai lantai 3 saja” imbuhnya.

Dia mengatakan kedepan RS Unram tidak hanya akan mengoptimalkan penggunaan gedung rumah sakit, namun juga perlu dilengkapi dengan peralatan medis yang berkualitas nan canggih seperti peralatan laparoskopi atau yang lazim dikenal dengan sebutan alat bedah tanpa sayatan, USG lengkap dengan USG Jantung, alat operasi mata tanpa sayatan dengan teknologi laser, termasuk menambah jumlah tempat tidur.

“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa dulu kita tidak bisa menyelesaikan kasus-kasus yang sederhana (kecuali dengan operasi bedah badan, red.) kalau sekarang kita sudah siap dan mampu untuk itu” katanya.

Dia juga berharap dengan seluruh bantuan civitas akademika, RS Unram tidak hanya terintegrasi dari segi keilmuan, tapi juga bisa menjadu tempat riset bagi para dokter spesialis Unram.

Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum menerima dengan baik pemaparan Direktur RS Unram itu dan mengatakan bahwa Unram akan berupaya untuk memenuhi kebutuhan alat medis yang telah disebutkan demi pelayanan yang kompherehensif kepada masyarakat.

“Kami akan mencoba memenuhi kebutuhan rumah sakit Unram tersebut tanpa mengesampingkan kebutuhan yang telah disepakati lainnya” tutupnya.