Mataram, Universitas Mataram – Universitas Mataram (Unram) menggelar acara Wisuda Lulusan Program Doktor, Magister, Dokter, Sarjana dan Diploma Tahun 2020 secara daring melalui kanal Youtube Universitas Mataram, Kamis (19/11).

Pelaksanaan Wisuda Unram tahun 2020 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena pandemi yang masih melanda tanah air termasuk NTB. Terlebih mengingat himbauan pemerintah yang masih belum mencabut larangan membuat kerumunan massa, sehingga membuat Unram menggelar wisuda secara virtual.

“Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan Pandemi ini segera berakhir sehingga kita dapat kembali dari kondisi new normal kepada kondisi normal seperti biasa,” tutur Rektor Unram Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum memulai sambutannya.

Prof. Husni mengatakan dampak Covid-19 menimbulkan tekanan yang berat di berbagai bidang terutama ekonomi, kesehatan, lebih-lebih bidang pendidikan. Dia menegaskan bahaya Covid-19 tidak bisa dianggap enteng apalagi disepelekan. Sebab menurut data Kemenkes korban meninggal positif Covid-19 sebanyak 15.393 orang (per 18 Nopember 2020) dan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 474.455 orang.

“Karena itu mau tidak mau, belajar tatap muka secara langsung belum bisa dilakukan seperti biasa termasuk acara wisuda ini dilakukan secara daring demi menjaga keselamatan jiwa kita bersama dengan menghindari terjadinya kerumunan sehingga klaster baru Covid-19 dapat dihindari,” jelasnya.

Wisuda kali ini sendiri merupakan  wisuda periode Maret, Juni dan September 2020, dengan calon wisudawan/wati mencapai lebih dari 2.900 orang. Namun demikian, tercatat hanya 713 wisudawan/wati yang mendaftar untuk mengikuti acara wisuda daring ini. Dari jumlah tersebut, 41 orang diantaranya merupakan wisudawan/wati terbaik dari masing-masing jenjang Program Doktor, Magister, Dokter, Sarjana dan Diploma, yang hadir secara langsung (offline) dengan tetap menerapkan protokol Covid-19 di ruang Sidang Senat gedung Rektorat Unram untuk mengikuti prosesi wisuda tersebut.

“Kita semua dituntut merespon dan beradaptasi dengan cepat untuk menjalankan pola hidup baru demi menekan dan memutus rantai penyebaran wabah ini dan Unram telah mengambil peran penting serta langkah strategis dalam penanggulangan wabah ini,” ujar Guru Besar Ilmu Hukum itu.

Prof. Husni menyebutkan langkah strategis Unram dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona itu antara lain dengan membentuk Satgas Covid-19, melaksanakan KKN Tematik tanggap kebencanaan Covid-19, riset inovasi pembuatan alat rapid tes bekerjasama dengan UGM dan Unair yang menghasilkan RI-GHA-Covid-19, membuka laboratorium dan klinik penanganan Covid-19, menyediakan ruang isolasi bagi pasien Covid-19 sesuai standar Kemenkes, melakukan uji rapid tes, uji swab PCR, dan pengolahan sampah tebu menjadi alkohol sebagai bahan baku pembuatan handsanitizer.

Selama Pandemi Covid-19, Unram juga telah melaksanakan perkuliahan secara daring yang dimulai sejak bulan Maret 2020,” ungkapnya.

Rektor Unram ke-9 ini menyebutkan sistem pembelajaran daring yang digunakan berbasis sistem pengelolaan pembelajaran (Learning Management System) yang dikembangkan oleh Unram melalui laman daring.unram.ac.id dengan target minimal 51% dari mata kuliah yang ditawarkan menggunakan flatform SPADA UNRAM (Sistem Pembelajaran Daring Universitas Mataram).

“Kedepan, Universitas Mataram berkomitmen melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi sesuai dengan standar mutu untuk mengimplementasikan program kebijakan Kemendikbud tentang Merdeka Belajar – Kampus Merdeka  atau MBKM,” katanya.

Prof. Husni mengatakan Unram telah mulai mengimplementasikan kebijakan MBKM di tahun ajaran baru ini. Unram menawarkan mata kuliah lintas program studi kepada mahasiswa, dan implementasi kebijakan MBKM di luar perguruan tinggi, mahasiswa dapat memilih kegiatan KKN Tematik yang diintegrasikan dengan kegiatan Pengalaman Lapangan Persekolahan (PLP) bagi mahasiswa FKIP dan kegiatan PKL bagi mahasiswa lainnya.

“Selain itu, untuk memantapkan program MBKM, Unram juga telah dan akan mengadakan kolaborasi dengan dunia Usaha, Dunia Industri,  Perguruan Tinggi dan  Lembaga Pemerintah,” pungkasnya.