Mataram, Universitas Mataram – Hasil pemilihan calon Dekan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram (FATEPA Unram) yang seleksinya sudah digelar sejak Januari hingga Februari lalu, menetapkan Baiq Rien Handayani, SP., M.Sc., Ph.D sebagai Dekan baru yang akan memimpin FATEPA.

Mantan Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan (WD II) FATEPA itu menggantikan Dekan sebelumnya yakni Prof. Ir. Sri Widyastuti, M.App.Sc., Ph.D, akan memimpin FATEPA untuk periode tahun 2020 – 2024, dan telah secara resmi dilantik oleh Rektor Unram,  Rabu (20/5) siang.

“Ini amanah, tanggung jawabnya besar, tidak mudah,” tuturnya saat diwawancara usai pelantikan.

“Tetapi dengan dukungan staf kami yang ada di FATEPA baik staf tenaga kependidikan maupun staf dosen, Insyaa Allah program-program yang kita rencanakan baik dari Fakultas maupun Universitas bisa terlaksana dengan baik” sambungnya.

Dia menjelaskan kedepan program kerjanya sebagai Dekan FATEPA akan terkait dengan 5 (lima) pilar,  yakni pendidikan, penelitian, pengabdian, kerjasama dan tata kelola.

“Untuk pilar pendidikan yang paling penting saat ini adalah kita melakukan penyesuaian dengan program Kementrian yaitu program Merdeka Belajar” urainya.

Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan itu menjelaskan bahwa FATEPA akan segera melakukan restrukturisasi kurikulum untuk menyesuaikan dengan program Kementrian saat ini.

“Target tercepatnya adalah restrukturisasi kurikulum, jadi harus melakukan penyesuaian segera,” bebernya.

Untuk pilar penelitian, dosen yang akrab disapa Ibu Rien itu mengatakan dirinya akan berusaha untuk mendapatkan program-program penelitian yang lebih banyak dan lebih besar, demikian halnya dengan pengabdian.

“Kami punya rencana untuk penelitian dan pengabdian ini harus bisa membuka diri, fakultas harus bisa bekerjasama tidak hanya dengan luar (luar daerah, red.), tetapi fakultas ini juga harus bisa dikenali terutama oleh kita yang ada di Nusa Tenggara Barat,” jelasnya.

Dirinya juga mengatakan akan berupaya untuk membuka kerjasama dengan Perguruan Tinggi lain seperti Perguruan Tinggi Swasta yang memiliki fakultas yang sama, dan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) terutama dengan Gubernur NTB, mengingat FATEPA sangat erat kaitannya dengan program agroindustri yang digalakkan oleh Gubernur.

“Jadi kami ingin membantu mensukseskan program Gubernur, karena itu kami ingin perkenalkan FATEPA ke pak Gubernur, sehingga keberadaan FATEPA dapat dirasakan manfaatnya oleh Pemda NTB” serunya.

Untuk pilar tata kelola, dirinya mengaku akan melakukan perbaikan menejemen terutama pengelolaan staf agar menejemen dan skill mereka semakin bagus.

“Sehingga keamanan, kenyamanan dan ketertiban itu bisa meningkat lebih baik dan lebih bagus lagi” tutupnya.