Mataram, Universitas Mataram – Rumah Sakit Universitas Mataram (RS Unram) jalin kerjasama dengan BPJS, Taspen dan Jasa Raharja bertempat di Aula RS Unram, Senin (2/12).

Kesepakatan kerjasama tersebut dilakukan dalam bentuk penandatanganan MoU antara RS Unram dengan BPJS, Taspen dan Jasa Raharja.

Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum optimis RS Unram akan mendapatkan tempat di hati masyarakat, sebab selain tempatnya yang strategis di jantung kota Mataram NTB, RS Unram juga didukung tidak kurang dari 34 orang dokter spesialis yang diperkirakan paling banyak dari seluruh rumah sakit yang ada di NTB.

Guru besar ilmu hukum itu mendorong para dokter spesialis dan tenaga kesehatan yang ada di RS Unram agar membesarkan RS, professional dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

“Curahkan tenaga bapak ibu sebagian disini meski tidak semuanya, karena kalau bukan kita yang membesarkannya siapa lagi ?”

Prof. Husni juga berpesan kepada seluruh lurah maupun camat Kota Mataram yang hadir agar berkenan menyebarkan berita baik tersebut kepada seluruh masyarakat.

“Bapak lurah atau camat mulai hari ini bisa menyebarkan berita baik ini kepada masyarakat” katanya.

Selain penandatanganan MoU, pada acara tersebut RS Unram juga meresmikan Medical Check Up (MCU) dan Assesment Center.

Direktur RS Unram, dr. Ahmad Taufik, Sp.OT mengungkapkan bahwa RS Unram sudah mulai beroperasi sejak tahun 2016 lalu dan merupakan rumah sakit pendidikan tipe C dengan 300 tempat tidur.

“Alhamdulillah berkat kerja keras kita bersama, RS Unram telah terakreditasi paripurna bintang lima” ungkapnya.

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi itu menambahkan bahwa saat ini RS Unram telah menjalankan 16 unit klinik yang mampu melayani 500 orang pasien per hari dengan pelayanan IGD selama 24 jam.

“Kami juga saat ini tengah mengembangkan digitalisasi layanan, jadi pasien tidak perlu banyak membawa berkas cukup membawa kartu yang berisi rekam medik dan terhubung dengan database di Komputer rumah sakit” terangnya.

dr. Taufik menjelaskan bahwa kedepan RS Unram akan dikembangkan menjadi RS Pendidikan tipe B dimana sebagian besar kriteria penilaian itu telah dikantongi oleh RS Unram dan hanya perlu menambah satu aspek saja yakni jumlah kesediaan tempat tidur pasien yang perlu ditambah lagi.

“Kami akan terus mengembangkan RS Unram untuk mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi dan agar bisa berkontribusi bagi daerah” pungkasnya.