Mataram, Universitas Mataram – Penghujung tahun 2020 ditutup Universitas Mataram (Unram) dengan prestasi membanggakan. Pasalnya, Fakutas Kedokteran (FK) Unram kembali menambah jumlah dokter baru. Tercatat ada 11 orang dokter baru mengambil sumpah profesinya, dalam acara Pengambilan Sumpah Dokter Ke-38 di Auditorium FK Unram, Senin (28/12).

“Ada 11 dokter baru, 8 orang perempuan dan 3 orang laki – laki. Anak- anak kita ini telah lulus dalam ujian kompetensi dokter di periode November 2020,” terang Wakil Dekan Bidang Akademik (WD I) FK Unram  drArfi Syamsun, Sp. KF, M.Si .

Dokter Spesialis Forensik itu melaporkan, dari ujian periode November 2020 peserta sekali ujian langsung lulus (fast tracker) mencapai 75% dan termasuk diatas rata-rata nasional.

“Sumpah dokter ke-38 pada pagi hari ini, dengan demikan telah meluluskan 623 orang dokter alumni FK Unram, ” ungkapnya.

Dia juga mengatakan peluang kerja profesi dokter masih terbuka lebar, lebih –  lebih jika para dokter baru mau melanjutkan studi untuk mengambil program spesialis.

Sementara itu, Rektor Unram yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) Agusdin, SE., MBA., DBA menyampaikan ucapan selamat kepada para dokter baru yang telah mengambil sumpah profesinya. Selain itu, melalui kesempatan tersebut dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada RSUD NTB, RSJ Mutiara Sukma dan instansi jejaring lainnya yang telah banyak berkontribusi dalam pendidikan dokter di FK Unram.

“Sehingga sukses menghasilkan dokter yang insyaa Allah berkualitas dan amanah,” tuturnya.

Dia berpesan kepada para dokter baru agar melaksanakan tugas secara professional, amanah, dan menerapkan etika kedokteran sesuai dengan ilmu, maupun sesuai dengan sumpah yang telah diikrarkan.

“Yang kedua, Anda tidak boleh berhenti menimba ilmu dan mengikuti perkembangan teknologi, karena melanjutkan pengembangan profesionalisme adalah hal yang tidak dapat ditawar lagi,” serunya.

Dia melanjutkan poin ketiga, yakni agar menjadi dokter profesional yang peka kondisi masyarakat, taat kepada aturan dan norma yang berlaku, senantiasa menjunjung tinggi keselamatan pasien, mengutamakan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien, serta selalu berfikir dan berkarya untuk kualitas profesi dan pengabdian kepada masyarakat.

“Dengan demikan, seyogyanya anda telah menjaga nama baik dan menjunjung tinggi reputasi almamater,” ujarnya.

Senada dengan WR I, Dekan FK Unram dr. Hamsu Kadriyan, Sp.T.H.T.K.L(K)., M.Kes mendorong para dokter baru untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri mereka baik dari segi keilmuan maupun dari segi kemampuan manajerial dan kepemimpinan.

“Mudah-mudahan kedepannya, tentu kita berharap generasi-generasi penerus yang dihasilkan oleh Fakultas Kedokteran ini bisa menjadi leader (pemimpin), jadi tidak hanya professional di bidang kedokteran tapi juga menjadi manajer ataupun pemimpin baik di lingkup terkecil hingga level tertinggi,” harapnya.

Hadir pula dalam acara tersebut, Wakil Direktur RSUD NTB Bidang Pendidikan dan Penelitian (Diklit) dr. Oky Cahyo Wahyuni Sp. EM mengatakan profesi dokter membutuhkan profesionalisme yang tinggi. Dia juga mengharapkan agar dokter baru terus meningkatkan keilmuannya. Tidak hanya dibidang keprofesiannya, tapi juga bidang lain yang lebih luas yang salah satunya adalah memiliki kemampuan leadership (kepemimpinan).

“Sebagaimana yang disampaikan oleh pak Dekan tadi, seorang dokter selain harus professional dalam bidangnya juga diharapkan mampu menjadi seorang leader, menjadi seorang manajer, yang paling tidak,  bisa memimpin ranah profesionalnya,” katanya.