Mataram, Universitas Mataram – Universitas Mataram (Unram) menggelar kegiatan sholat dan do’a bersama untuk kemajuan bangsa Indonesia sekaligus sebagai upaya menangkal radikalisme dengan melibatkan lima ribu mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan di Masjid Babul Hikmah Unram, Kamis malam dan Jum’at Pagi, 15-16 Agustus 2019.

Rangkaian kegiatan do’a bersama diawali dengan menggelar sholat magrib berjama’ah dan tausiyah yang disampaikan oleh TGH. Muhammad Taesir Al Azhar Lc, MA pimpinan Pondok Pesantren Asshohwah Al-Islamiyah Dusun Bilatepung, Desa Beleke, Gerung, Kabupaten Lombok Barat dengan tajuk Menangkal Radikalisme dan Do’a Menyambut HUT RI ke 74.

Tuan Guru Taesir Al Azhar menjelaskan makna radikalisme kepada mahasiswa agar mahasiswa mengetahui bahwa radikalisme bukanlah ajaran islam. Menurutnya radikalisme merupakan sebuah sekte atau kelompok yang menginginkan perubahan sosial, politik, ekonomi dan budaya dengan cara, kekerasan dan cara-cara yang tidak konstitusional.

“NKRI adalah harga mati bagi seluruh rakyat Indonesia, janganlah kalian mengurai benang yang sudah disusun rapi, diurai kembali sehingga menjadi tercerai berai,” pungkasnya.

“Oleh karena itu, tidak ada kata radikal dalam islam, Allah sendiri memerintahkan kepada rasulullah menerapkan hukum secara gradual atau secara bertahap bukan secara revolusioner maupun dengn cara yang radikal,” tambahnya.

Tuan Guru Taesir Al Azhar juga mengajak seluruh mahasiswa yang hadir untuk membuktikan bahwa mahasiswa unram bukanlah mahasiswa yang radikal dengan meneriakkan bersama kata NKRI Harga Mati.

“Marilah kita berislam sesuai dengan sila pertama pancasila, dalam kerangka Bineka Tunggal Ika,”katanya sesaat sebelum memimpin do’a.

Usai melaksanakan sholat isya berjama’ah, keesokan harinya kegiatan dilanjutkan dengan sholat subuh berjama’ah dan do’a bersama yang di pimpin oleh Dr. KH. Zaidi Abdad.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh TGH. Muhammad Taesir Al Azhar Lc, MA, KH. Zaidi Abdad sebelum memimpin do’a bersama untuk mendo’akan bangsa Indonesia mengatakan Islam itu adalah agama yang damai, maka jika ada perbedaan diantara kita harus sikapi dengan kembali kepada nilai-nilai islam, yang rahmatan lil’alamin.

Sementara itu, Do’a bersama juga dilaksanakan mahasiswa yang beragama hindu di Pura Pancaka, Mataram. Sedangkan bagi mahasiswa yang beragama Kristen dilaksanakan di Program Studi Farmasi Kedokteran Unram.

Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni SH., M.Hum menegaskan bahwa Unram tidak terpapar radikalisme karena Unram selalu membuka diri untuk diskusi-diskusi dan melakukan berbagai langkah preventif untuk menangkal pemikiran ekstrimisme, maupun radikalisme seperti menggelar pengajian rutin setiap malam Jum’at bagi mahasiswa, dosen dan pegawai di lingkungan Unram.

“Kegiatan yang kita lakukan hari ini merupakan langkah preventif untuk memberikan kesadaran kepada mahasiswa bahwa islam itu adalah agama yang cinta damai, sekaligus kita juga melakukan do’a bersama mendo’akan kemajuan bangsa Indonesia yang besok akan merayakan Hari Ulang Tahun yang ke 74,” terang Prof. Husni usai melaksanakan do’a bersama Jum’at Pagi (16/8).