Mataram, Universitas Mataram – Universitas Mataram (Unram) berkolaborasi dengan  Fukushima Medical University dan Japan International Coorperation Agency (JICA) menggelar Workshop Internasional bertajuk “On SDGs Implementation Through Development of Popularization of Medical Knowledge (POMK) In the University of Mataram As Agent of Change,” di Rektorat Unram, Kamis (14-15/2).

Prof. Sunarpi, Ph.D selaku ketua panitia dalam workshop tersebut menyampaikan bahwa workshop internasional POMK merupakan hasil inisiasi dari Fakultas Kedokteran Fukushima Medical University berkolaborasi dengan JICA dengan tujuan memberikan pemahaman yang paling dasar kepada masyarakat awam mengenai konsep dasar ilmu  kesehatan dengan menyederhanakan penjelasannya menggunakan alat-alat peraga  sederhana.

Lebih jauh Prof. Sunarpi juga menjelaskan bahwa kerjasama  Unram dan Fukushima Medical University telah berjalan sejak lama, hubungan baik itulah yang membuat Fukushima Medical University memilih Unram untuk bekerjasama menggelar workshop.

Kegiatan workshop Internasional yang diselenggarakan selama dua hari ini, juga dirangkai dengan menggelar demonstrasi atau pelatihan singkat kepada mahasiswa dan dosen mengenai  cara membuat alat peraga yang menunjukkan proses kerja organ tubuh manusia.

“Prof. Akihiro Hazama, MD., Ph.D telah mendemonstrasikan tentang bagaimana organ tubuh manusia bekerja menggunakan alat peraga yang sangat sederhana,” jelas Prof. Sunarpi  saat menyampaikan laporan kegiatan workshop internasional di rektorat.

Wakil Rektor bidang Kerjasama dan Perencanaan Yusron Saadi, ST., M.Sc., Ph.D. saat mewakili Rektor menyampaikan sambutan mengatakan, mengetahui masalah kesehatan dari yang paling dasar sangatlah penting.

Menurutnya tidak banyak orang  yang memahami bagaimana organ tubuh bekerja. Oleh karena itu, menyebarluaskan pengetahuan mengenai bagaimana kerja organ tubuh dapat mempengaruhi kesehatan merupakan sesuatu yang relevan dan penting untuk dilakukan.

“saya percaya bahwa kegiatan ini akan membawa implikasi yang positif, dan mahasiswa kami akan siap menerima pembelajaran mengenai Popularisation of Medical Knowledge (POMK),” ungkap Dr. Yusron.

Prof. Akihiro Hazama, MD., Ph.D dari Fukushima Medical University selaku narasumber dalam workshop tersebut menyampaikan alasannya memilih Unram sebagai tempat dilaksanakannya workshop internasional POMK. Ia mengatakan bahwa proyek yang sedang dilakukannya tidak hanya diperuntukkan bagi Fakultas Kedokteran, tetapi juga fakultas lain.

“Unram memiliki banyak fakultas, jadi saya pikir Unram punya kekuatan yang cukup menyebarluaskan proyek POMK ini,”papar Prof. Akihiro.saat dimintai keterangan disela-sela memberikan demonstrasi di lab. MIPA, Jum’at (15/3)

“Saya berharap proyek POMK ini dapat berjalan secara terus menerus, agar semua orang bisa sehat, tidak hanya untuk masyarakat Lombok tapi juga untuk semua masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Prof. Sunarpi yang juga turut mendampingi Prof. Akihiro memberikan demonstrasi kepada mahasiswa dan dosen menuturkan  bahwa proyek POMK ini telah sukses dilaksanakan di Jepang dan berhasil memperoleh Asahi Award.

“Proyek POMK ini dilakukan secara bertahap. Sebelum diberikan ke masyarakat awam, tahap awal dari proyek ini adalah dengan mentransformasikan kepada mahasiswa dan dosen Unram, kemudian nanti mahasiswa dan dosen  akan mentransformasikan ke sekolah-sekolah yang ada di Lombok, dari sekolah nanti baru ke masyarakat yang ada disekitar sekolah tersebut,” papar Prof. Sunarpi.