Mataram, Universitas Mataram – Program Studi Sosiologi Universitas Mataram (Unram) menyelenggarakan seminar international bertajuk “Contesting Islamic Identities : Rebranding Islam, Education and Social Disintegration.” di Gedung Arena Budaya Unram, Kamis (29/8).

Acara tersebut menghadirkan empat orang narasumber yaitu Prof. Kevin W. Fogg, Ph.D dari University of Oxford Inggris, Dr.Saparudin, M.Ag dari Fakultas Tarbiyah UIN Mataram, Dr. Saiful Hamdi, MA dari Fakultas Sosiologi sekaligus Direktur Budaya dan Masyarakat Islam Unram dan Prof. Fahrur Rozi Dahlan, SS., MA dari Fakultas Dakwah UIN Mataram.

Wakil Rektor Bidang Akademik Agusdin, SE., MBA, DBA. mewakili Rektor memberikan sambutan mengaku kegiatan seminar internasional akan menopang kinerja perguruan tinggi. “Unram sebagaimana yang disampaikan oleh kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi tepat tanggal 17 Agustus tahun ini menempati peringkat ke-40 dari 2010 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia” jelas Agusdin.

Ia menambahkan bahwa salah satu indikator untuk mencapai rengking atau peringkat universitas yang baik adalah dengan output berupa publikasi internasional.

“kami berharap acara seminar ini menghasilkan paper atau minimal prosiding yang terindeks” tuturnya.

Prof. Kevin W. Fogg, Ph.D salah satu narasumber dalam seminar tersebut mengungkapkan hasil penelitiannya bahwa komunitas keormasan islam di Indonesia sangat unik dan amat berbeda dengan organisasi islam di negara lain.

“Corak masyarakat islam di Indonesia sangat dipengaruhi oleh organisasi islam yang berkembang di Indonesia. Organisasi Islam di Indonesia memiliki bentuk modern, ditandai dengan adanya struktur kepengurusan, AD/ART, yang berbeda jauh dengan organisasi keagamaan di negara-negara lain di dunia,”papar ahli sejarah asal Inggris itu.

“Ini sangat unik. Dimana organisasi-organisasi ini memiliki struktur yang sangat rapi mulai dari memiliki kantor pusat, kantor wilayah hingga memiliki AD/ART,” tambahnya.

Prof. Kevin juga menjelaskan bahwa tiap-tiap organisasi tersebut bergerak dibidang-bidang tertentu dan diluar kendali pemerintah seperti bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan Dakwah. Dia juga menyebutkan Pahlawan Nasional Indonesia asal Lombok TGH. M. Zaenudin Abdul Majid pun juga membangun Nahdlatul Wathan dan saat ini banyak bergerak dibidang pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah sebagaimana hal nya NU dan Muhammadiyah. “Uniknya masyarakat dan pemerintah bisa bersinergi dengan organisasi tersebut untuk mencapai kemaslahatan bersama,”pungkasnya.