Mataram, Universitas Mataram – Rektor Universitas Mataram Prof. Lalu Husni, SH., M.Hum menghadiri acara gelaran RiTECH Expo dari serangkaian acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-24 tahun 2019 yang mengusung tema “Iptek Dan Inovasi Dalam Industri Kreatif 4.0” dengan sub tema “Industri Kreatif 4.0 untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa” dengan tagline “Inovasi, Bangun Bangsa” di Lapangan Puputan Margarana Denpasar Bali, Minggu (25/8).

Peringatan HAKTEKNAS bertujuan menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat tentang perlunya budaya Iptek dalam kehidupan sehari-hari, mendorong kreatifitas dan inovasi masyarakat dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa. Peringatan Hakteknas juga menjadi ajang mempromosikan produk-produk inovasi berbasis pada potensi dan kearifan lokal dari berbagai wilayah di tanah air.

Pada acara bergengsi yang diikuti oleh berbagai pelaku industri, Balitbang tingkat Daerah/Kecamatan, perguruan tinggi, kemenristekdikti maupun mitra luar negeri itu, Unram menawarkan produk inovasi unggulan yakni Madu Trigona yang berasal dari budidaya lebah Trigona sp. oleh Kelompok Intermadiasi Alih Teknologi untuk Pengembangan Aktivitas Perlebahan bagi Masyarakat (KIAT APIS) yang terbentuk melalui program IPTEKDA LIPI yang bekerjasama dengan Fakultas Peternakan Unram dengan Petani lebah, desa Sukadana di kaki gunung Rinjani kecamatan Bayan kabupaten Lombok Utara.

Madu Trigona terpilih sebagai salah satu produk unggulan disebabkan populasi dari lebah Trigona sp. cukup banyak ditemukan di desa Sukadana. Lebah Trigona sp. sendiri memiliki keunggulan dibandingkan lebah-lebah lain seperti tidak memiliki sengat, tidak mudah kabur meninggalkan sarangnya, menghasilkan berbagai produk seperti madu, pollen dan propolis. Selain itu budidaya lebah madu Trigona sp. juga sangat mudah dipelihara dan tidak membutuhkan area yang luas sehingga dapat dilakukan dimana saja.

Adapun dampak sosial ekonomi dari budidaya lebah madu Trigona sp. adalah terbukanya kesempatan berusaha dan bekerja bagi masyarakat  di bidang pengolahan dan pembibitan koloni lebah.  Selain itu juga dapat memacu pertumbuhan usaha-usaha baru di pedesaan, terbukanya kesempatan usaha masyarakat dalam perdagangan madu dan produk lebah berupa madu, pollen, propolis, bibit lebah, pemanfaatan lahan perkebunan dan pekarangan rumah dengan lebih efektif yang dapat dijadikan tempat untuk memelihara lebah madu, serta peningkatan  pemerataan pembagunan dengan prioritas pengembangan produk unggulan daerah.