Mataram, Universitas Mataram – Fakultas Teknik Universitas Mataram (FT Unram) menggelar kegiatan Webinar dengan tema “Membangun Karakter dan Integritas Pemuda Sebagai Calon Pemimpin Bangsa”, Sabtu (14/11) lalu.

Webinar ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Dies Natalis FT Unram ke-27 tahun ini. Tercatat 406 orang peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri dari mahasiswa, dosen, staff FT Unram hingga institusi lainnya.

Dekan FT Unram Akmaluddin, ST., M.Sc. (Eng)., Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa seorang pemimpin yang baik tidak diukur dari berapa lama dia memimpin atau berapa banyak orang yang mengikutinya sebagai pemimpin. Pemimpin yang baik menurutnya adalah yang mampu menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru.

“Di masa lalu pemimpin yang baik selalu diukur dari berapa lama dia memimpin, sehingga punya pengalaman yang banyak,” paparnya.

“Namun sekarang tidak seperti itu lagi, karena ternyata menjadi pemimpin itu bisa dipelajari.  Sekarang sudah banyak ada pelatihan-pelatihan kepemimpinan, seperti yang di agendakan dalam webinar ini,” sambungnya.

Webinar ini menghadirkan dua orang narasumber. Narasumber pertama adalah Lalu Wirahman Wiradarma, ST., MSc. Selaku Dosen Jurusan Teknik Sipil Unram, yang juga menjadi Ketua Pemuda Pancasila NTB, Ketua DPD ATAKI NTB dan Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia NTB. Adapun narasumber kedua adalah Bapak Arif Rahman, S.T., M.T. selaku Project Manager PT. Hutama Karya (Persero).

Lalu Wirahman dalam materinya memaparkan bahwa para pemuda menyandang tiga fungsi strategis, yaitu  sebagai penyampai kebenaran (agent of social control),  sebagai agen perubahan (agent of change), dan sebagai generasi penerus masa depan (iron stock).

“Banyak pemuda memiliki kemampuan memimpin, tapi hanya sedikit yang berkarakter dan memiliki integritas,” paparnya.

Padahal menurutnya, untuk menjadi seorang pemimpin harus memiliki kemampuan akademis, leadership, rasa percaya diri dan spiritual capital. Sebab keempat faktor tersebut merupakan  hal yang saling terkait dan esensial untuk dimiliki sebagai calon-calon pemimpin.

Sementara itu Arif Rahman yang menyampaikan materi tentang Strategic Leadership: “Pengaruh Strategi Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Kinerja Tim Pada Proyek Konstruksi”, mengatakan bahwa saat ini dunia tengah berada di ambang pintu revolusi teknologi yang secara fundamental akan merubah cara manusia berpikir, cara hidup, cara bekerja dan cara berkomunikasi satu dengan yang lainnya.

Baca Juga :

‘Karena itu untuk mewujudkan strategi kepemimpinan yang efektif, maka perlu melakukan 7 kebiasaan menjadi manejer yang efektif,” terangnya.

Tujuh kebiasaan itu yakni dimulai dengan selalu proaktif, memulai dengan tujuan akhir, fokus pada yang utama, berpikir menang-menang, berusaha mengerti dahulu baru dimengerti, mewujudkan sinergisitas dan mengasah gergaji dengan menghargai, serta melibatkan seluruh kemampuan dan potensi tiap individu di dalam tim.

“Dan untuk melejitkan kemampuan tim maka perlakukan anggota tim sebagai manusia seutuhnya,” tandasnya.