Universitas Mataram Jadi Co-host ICSEA 2026 di Tokyo, Perkuat Jejaring Akademik Internasional

Published On: 14 August, 2026By Tags: , ,

Mataram, Universitas Mataram – Universitas Mataram (UNRAM) semakin memperingatkan jejaring akademik internasional melalui kepercayaan sebagai co-host pada 11th International Conference on Sustainable Environment and Agriculture (ICSEA 2026) di TKP Tokyo Station Conference Center, Jepang, pada 1–3 Agustus 2026. Peran ini menempatkan Unram sebagai bagian dari penyelenggara forum ilmiah yang mempertemukan komunikasi dan peneliti dari berbagai negara dalam membahas isu strategi lingkungan dan pertanian berkelanjutan. Keterlibatan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kapasitas akademik Unram sekaligus memperluas ruang bagi institusi untuk membangun kolaborasi, berbagi pengetahuan, dan menghadirkan kontribusi ilmiah dalam agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Kepercayaan tersebut semakin diperkuat melalui penunjukan Prof. Ir. I Komang Damar Jaya, M.Sc.Agr., Ph.D. sebagai Ketua Program dalam ICSEA 2026. Dalam konferensi struktur resmi, Prof. Komang percaya bersama pengajar dari Jepang, Amerika Serikat, dan China untuk mengambil peran dalam konferensi ilmiah program pengelolaan.

Sebagai Ketua Program, Prof. Komang memimpin sejumlah sesi paralel, termasuk menjadi moderator bagi pembicara undangan dari India. Ia juga mengoordinasikan sesi ilmiah yang membahas pemantauan lingkungan, remediasi polusi, dan bioteknologi lingkungan . Peran tersebut menunjukkan keterlibatan akademisi Unram pada aspek forum penyelenggaraan substantif, sekaligus menempatkan kepakaran Unram dalam ruang pertukaran pengetahuan bersama akademisi dari berbagai negara.

Kontribusi Prof. Komang dalam ICSEA 2026 juga memperoleh pengakuan melalui prestasinya sebagai Best Presenter pada sesi Climate Change Adaptation, Ecological Resilience, and Sustainable Development . Penghargaan tersebut diraih melalui presentasi makalah berjudul “From Subsistence to Sustainability: Mitigating Desertification Risks in the Horticultural Shift of North Lombok’s Drylands.”

Makalah tersebut mengangkat isu risiko desertifikasi dalam perubahan pola budidaya hortikultura di lahan kering Lombok Utara. Kajian ini membawa konteks lingkungan dan pertanian di Nusa Tenggara Barat (NTB) ke dalam diskusi akademik internasional mengenai perubahan iklim, ketahanan ekologi, dan pembangunan berkelanjutan. Pengakuan sebagai Best Presenter sekaligus memaparkan bahwa isu-isu lokal memiliki relevansi untuk dikaji dalam perspektif ilmiah global.

ICSEA 2026 juga diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia bersama ilmuwan dan peneliti dari berbagai negara. Forum ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman sekaligus membuka peluang pengembangan jejaring kolaborasi dalam bidang lingkungan, pertanian, dan pembangunan berkelanjutan.

Salah satu pencapaian penting dari forum tersebut adalah rencana publikasi seluruh makalah yang disajikan dalam Springer Book Series: Environmental Science and Engineering, termasuk karya ilmiah dari Unram Seri publikasi tersebut terindeks dalam EI Compendex, Scopus, dan SCImago, serta berbagai basis data internasional bereputasi lainnya. Publikasi ini memberikan peluang bagi hasil penelitian Unram untuk menjangkau komunitas akademik yang lebih luas sekaligus memperkuat visibilitas dan rekam jejak ilmiah institusi di tingkat internasional.

Keterlibatan Unram dalam ICSEA 2026 memiliki keterkaitan erat dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger, SDG 13: Climate Action, dan SDG 15: Life on Land. Pada SDG 2, kajian pengembangan mengenai pertanian berkelanjutan dan adaptasi sistem budidaya berkontribusi pada upaya membangun sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan lingkungan.

Sementara itu, kontribusi terhadap SDG 13 terlihat melalui penguatan kajian mengenai adaptasi perubahan iklim, termasuk bagaimana perubahan kondisi lingkungan dapat mempengaruhi sistem pertanian dan pengelolaan lahan. Sedangkan SDG 15 berkaitan dengan upaya menjaga ekosistem daratan melalui perhatian terhadap risiko desertifikasi, ketahanan ekologi, dan pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

Kajian mengenai lahan kering Lombok Utara menjadi salah satu contoh bagaimana penelitian Unram menghubungkan persoalan lokal dengan agenda pembangunan global. Pengetahuan yang dikembangkan dari karakteristik dan tantangan wilayah NTB dibawa ke forum internasional untuk dipertukarkan dengan perspektif dari berbagai negara, sehingga membuka peluang bagi pendekatan pengembangan yang lebih kontekstual dalam menjawab permasalahan lingkungan dan pertanian berkelanjutan.

Keterlibatan sebagai co-host, penunjukan akademisi Unram sebagai Program Chair, serta capaian Best Presenter menunjukkan bahwa internasionalisasi Unram terus berkembang dari sekadar partisipasi menuju peran dan kontribusi yang lebih substantif. Kehadiran Unram dalam ICSEA 2026 memperluas akses terhadap jejaring akademik global sekaligus memberikan ruang bagi kepakaran dan hasil penelitian Unram untuk mendapatkan pengakuan di tingkat internasional.

Melalui partisipasi aktif dalam ICSEA 2026, Unram terus memperkuat komitmennya untuk mengembangkan keunggulan akademik, kolaborasi internasional, dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Dari NTB hingga Tokyo, keterlibatan ini menjadi bagian dari upaya membawa pengetahuan berbasis konteks lokal ke ruang akademik global dan memperluas kontribusi Unram bagi lingkungan, pertanian, dan masyarakat.